TERAS7.COM – Sebanyak 522 Tamtama TNI Angkatan Darat dinyatakan lulus dan resmi menuntaskan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025.
Penutupan pendidikan tersebut dilaksanakan melalui upacara militer yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiono di Kota Banjarbaru, Rabu (04/01/2026).
Kasdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan, penutupan Dikmata ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit-prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, serta kemampuan teritorial untuk memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Penutupan Pendidikan Tamtama ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit-prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial untuk menjawab tantangan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan yang luas, didominasi hutan, sungai, dan daerah pedalaman, menuntut kehadiran prajurit yang adaptif serta memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat.
Menurutnya, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana di Kalimantan.
Dalam menghadapi tantangan keamanan modern yang semakin kompleks dan dinamis, Brigjen TNI Sugiono menegaskan bahwa pendidikan Tamtama TNI AD terus mengembangkan berbagai kemampuan utama prajurit.
“Beberapa kemampuan yang terus ditingkatkan antara lain kemampuan tempur, penguasaan senjata, kemampuan fisik dan mental, kemampuan adaptasi serta pembelajaran berkelanjutan, dan kemampuan teritorial,” jelasnya.
Kepada 522 Tamtama remaja yang telah lulus, Kasdam berpesan agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan.
“Saya menekankan kepada seluruh Tamtama remaja agar memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa prajurit yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan tidak hanya dituntut disiplin dan profesional, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi masyarakat.
“Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang hadir untuk rakyat. Karena kekuatan pertahanan sejati berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.