TERAS7.COM – Wakil Bupati Tapin H. Juanda menekankan pentingnya penggunaan anggaran daerah secara efektif menyusul penyesuaian kemampuan belanja daerah sekitar Rp500 miliar.
Sebelumnya, anggaran daerah Kabupaten Tapin mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Namun dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, kemampuan belanja daerah kini menjadi sekitar Rp1,4 triliun.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026), di Ruang Command Center, Aula Lantai 3 Kantor Bupati Tapin.
Rakor yang diikuti pemerintah daerah se-Indonesia tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya efektivitas belanja daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Pesan dari Mendagri agar belanja daerah dilakukan secara efektif dan dimaksimalkan sehingga pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Selain efektivitas belanja daerah, rakor juga membahas perkembangan inflasi menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu ke minggu, seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit.
Namun menurut Juanda, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Beberapa komoditas memang ada kenaikan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit, namun tidak terlalu signifikan. Mudah-mudahan kenaikan ini hanya sementara dan tidak terjadi lonjakan yang ekstrem,” jelasnya.
Juanda juga menyampaikan bahwa penyesuaian anggaran membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.
“Dengan adanya kebijakan tersebut, kemampuan belanja daerah kita sekitar Rp1,4 triliun. Oleh karena itu, kita fokus pada program prioritas seperti pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan, selain program mandatori seperti pendidikan,” ungkapnya.