Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pinsar Kalsel Soroti Anjloknya Harga Telur, Peternak Kecil Disebut Mulai Tertekan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pinsar Kalsel Soroti Anjloknya Harga Telur, Peternak Kecil Disebut Mulai Tertekan

Seman
Seman 1 Juli 2026, 21.18
Share
IMG 20260701 WA00211
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan bersama, Perwakilan Pinsar Kalimantan Selatan, (Foto:Seman)
SHARE

TERAS7.COM – Penurunan harga telur ayam ras di Kalimantan Selatan yang terus terjadi pasca-Idulfitri mulai menjadi perhatian pelaku usaha perunggasan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap keberlangsungan peternak rakyat, khususnya skala kecil.

Persoalan tersebut disampaikan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan saat melakukan audiensi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Pinsar menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi harga telur yang dinilai telah berada di bawah biaya produksi. Situasi tersebut membuat peternak harus menanggung selisih kerugian dari setiap hasil penjualan.

Perwakilan Pinsar Kalimantan Selatan, Sugem, mengatakan peternak rakyat menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari kondisi tersebut karena harus tetap menanggung berbagai biaya operasional.

Menurutnya, jika keadaan itu berlangsung dalam waktu lama, dikhawatirkan akan memengaruhi kemampuan peternak untuk mempertahankan usahanya.

Baca juga :

Kalsel Bidik Produksi Beras 1,3 Juta Ton pada 2026 Lewat Program Cetak Sawah

Temu Penyuluh Pertanian Digelar di Tabalong, Modernisasi Pertanian Jadi Fokus

Panen Jagung Perdana, Pemkab Kotabaru Targetkan Garap 22 Hektare Lahan Tidur

“Kami berharap peternak kecil bisa tetap bertahan. Dengan harga seperti sekarang, mereka tentu mengalami kerugian karena biaya produksi tidak tertutupi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan bukan hanya menyangkut pendapatan peternak, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai pasokan telur di sejumlah wilayah.

Sugem menjelaskan selama ini Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah pemasok telur untuk memenuhi kebutuhan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

“Selama ini Kalsel juga menyuplai kebutuhan telur ke daerah lain. Apabila peternak mulai mengurangi atau menghentikan usahanya, pasokan tentu berpotensi ikut terganggu,” katanya.

Pinsar pun berharap pemerintah dapat mengambil langkah bersama berbagai pihak terkait agar harga telur kembali stabil dan memberikan kepastian bagi peternak rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menyebut pihaknya menerima berbagai masukan yang disampaikan para pelaku usaha peternakan.

Ia mengatakan hasil audiensi tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama instansi terkait, termasuk dinas yang menangani sektor perdagangan.

“Kami terus membuka komunikasi dengan para peternak. Terkait persoalan harga maupun distribusi, akan dilakukan koordinasi lebih lanjut agar solusi yang tepat dapat dicari bersama,” ucapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus terjalin guna menjaga keberlangsungan sektor peternakan unggas di Kalimantan Selatan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Kalsel Bidik Produksi Beras 1,3 Juta Ton pada 2026 Lewat Program Cetak Sawah

Temu Penyuluh Pertanian Digelar di Tabalong, Modernisasi Pertanian Jadi Fokus

Panen Jagung Perdana, Pemkab Kotabaru Targetkan Garap 22 Hektare Lahan Tidur

Gebrak Sektor Pekebunan, ULM Siapkan Kuliah Sawit Gratis Plus Uang Saku Besar!

ULM Berinovasi, Pendidikan Penggemukan Sapi Bersama PT AGM dan Polda Kalsel: Keuntungan Untuk Beasiswa Mahasiswa

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?