TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan produksi beras mencapai 1,3 juta ton pada 2026 melalui optimalisasi program cetak sawah rakyat dan pengembangan sektor pangan yang berkelanjutan.
Target tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, saat menghadiri Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 Wilayah Kalimantan di Banjarbaru, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Ariadi, program cetak sawah yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai lumbung pangan utama di Pulau Kalimantan.
“Pemprov Kalimantan Selatan tentunya, sesuai arahan Gubernur H. Muhidin, sangat mendukung program nasional ini. Program cetak sawah memberikan ruang yang lebih luas dan terstruktur sehingga pelaksanaannya pada 2026 benar-benar dapat diwujudkan secara akuntabel hingga berhasil panen dan memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, capaian sektor pertanian Kalimantan Selatan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Pada 2025, Kalsel berhasil mencatat surplus beras sebesar 1,2 juta ton dan ditetapkan sebagai daerah percontohan dalam pengembangan sektor pangan nasional.
Untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan produksi, pemerintah daerah menyiapkan program cetak sawah rakyat seluas 30 ribu hektare yang akan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan produksi beras pada 2026.
Selain perluasan lahan pertanian, pemerintah juga mendorong diversifikasi komoditas pangan lokal guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Ariadi mengungkapkan, berdasarkan data Survei Investigasi dan Desain (SID) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, Kalimantan Selatan telah mencapai luasan 1.724,70 hektare. Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu yang terbaik di wilayah Kalimantan.
“Progres Kalsel luar biasa. Ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan dan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Kalimantan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan program cetak sawah agar seluruh target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Menurutnya, seluruh pekerjaan konstruksi harus mengacu pada dokumen Survei Investigasi dan Desain (SID) yang telah disusun dan dilaksanakan secara konsisten sesuai perencanaan.
“Kita harus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Tidak ada kompromi terhadap ketidaksesuaian antara dokumen dan pelaksanaan di lapangan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat agar target yang ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.
Melalui program cetak sawah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis mampu meningkatkan produksi beras hingga 1,3 juta ton, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.