TERAS7.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong mengembangkan berbagai inovasi guna menjawab tantangan pelayanan publik, pemerataan akses informasi, pengelolaan data, serta komunikasi pembangunan daerah.
Berbagai inovasi yang dikembangkan merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi pemerintahan digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat berbasis digital.
Adapun inovasi WhatsApp Verificator Tanda Tangan Elektronik (Waver TTE), 1 Desa 1 Wifi, Basis Data Statistik Sektoral (Batik), dan Membangun Tabalong melalui Pers (Meta Pers).
Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani mengatakan bahwa pengembangan beberapa inovasi ataupun aplikasi ini bertujuan dalam mendukung visi pembangunan dan kemajuan daerah.
“Kami berusaha semaksimal mungkin dengan inovasi yang dibuat untuk kemajuan daerah Tabalong, terutama 1 Desa 1 Wifi yang merupakan program prioritas yang menjadi konsen kami,” katanya, Kamis (23/07/2026).
Selain itu, inovasi lainnya juga mendukung tugas dan fungsi Diskominfo dalam mempercepat transformasi digital dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, terutama akses informasi serta pengelolaan data.
“Aplikasi lainnya juga mendukung yang kaitannya dengan tupoksi yang ada di Diskominfo Tabalong,” jelas Eddy.
Inovasi Waver TTE yang dikembangkan Bidang Telekomunikasi dan Keamanan Informasi Diskominfo Tabalong bertujuan untuk mempercepat administrasi pemerintahan melalui pemanfaatan tanda tangan elektronik tersertifikasi, sehingga dokumen kedinasan dapat disahkan secara cepat, aman, dan sah tanpa terkendala jarak maupun waktu.
Selain meningkatkan efisiensi birokrasi, Waver TTE juga mendukung penerapan sistem kerja nirkertas (paperless office), mempercepat pelayanan publik, serta memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (PemDi).
Lalu, pada Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Tabalong melalui 1 Desa 1 Wifi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur digital yaitu internet gratis sebagai langkah pemerataan akses internet hingga ke seluruh desa.
Program ini menyediakan satu titik Wifi publik di setiap desa untuk mendukung pelayanan pemerintahan desa, kegiatan belajar, pengembangan UMKM, serta akses masyarakat terhadap informasi digital.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan penyedia layanan internet, inovasi ini telah membantu mempercepat digitalisasi desa, memperluas kesempatan ekonomi berbasis digital, sekaligus menjadi fondasi pengembangan Smartdesa dan ekosistem Tabalong Smart.
Kemudian, inovasi Batik yang dikembangkan Bidang Statistik ini sebagai platform terpadu pengelolaan data statistik daerah. Inovasi ini menghadirkan data yang lebih akurat, terintegrasi, transparan, dan mudah diakses oleh pemerintah maupun masyarakat, sehingga mampu mendukung penyusunan kebijakan berbasis data.
Selain menyediakan ribuan dataset dan publikasi statistik, Batik juga dilengkapi fitur literasi statistik yang memudahkan masyarakat memahami kondisi pembangunan daerah serta memperkuat implementasi Kebijakan Satu Data Indonesia di Kabupaten Tabalong.
Tidak hanya memperkuat tata kelola pemerintahan, pada Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) juga menghadirkan inovasi Meta Pers sebagai media komunikasi publik berbasis digital.
Meta Pers diterbitkan dalam bentuk e-magazine tematik yang menyajikan informasi pembangunan daerah secara lebih komprehensif melalui narasi, data, infografik, dan dokumentasi visual.
Inovasi ini menjadi sarana pemerintah daerah dalam menjelaskan berbagai program strategis, khususnya tujuh program prioritas Tabalong Smart, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui kegiatan pemerintah, tetapi juga memahami tujuan, manfaat, serta capaian pembangunan daerah secara utuh.
Selain menjadi media informasi, Meta Pers juga berfungsi sebagai arsip digital pembangunan daerah yang mendokumentasikan kebijakan, inovasi, dan capaian pemerintah secara berkelanjutan.
Kehadirannya melengkapi ekosistem komunikasi publik tanpa menggantikan peran media massa, melainkan memperkuat penyampaian narasi pembangunan yang lebih tematik, analitis, dan berbasis data sehingga mampu meningkatkan transparansi, literasi kebijakan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Eddy juga menambahkan, pengembangan keempat inovasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Berbagai inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemerataan akses digital, tata kelola data yang lebih baik, pelayanan administrasi yang efisien, serta penyampaian informasi pembangunan yang semakin berkualitas,” tambahnya.