TERAS7.COM – Hingga hari kelima operasi pencarian, Kamis (17/09/2026), belum ditemukan korban tambahan dalam insiden kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8.
Dari total 243 orang yang berada di kapal, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Enam di antaranya meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih belum ditemukan.
Kondisi tersebut membuat Basarnas mengupayakan operasi salvage dengan mengangkat bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan perkembangan kondisi kapal di lokasi.
“Dengan arahan dari pimpinan dalam rapat terbatas, kita memutuskan untuk mencoba mengangkat bangkai kapal,” ujar Yudhi dalam keterangan persnya di Banjarmasin.
Yudhi melanjutkan, malam ini peralatan untuk operasi salvage juga akan dikirim dari Surabaya menuju lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
“Yang jelas malam hari ini peralatan untuk operasi akan digeser dari Surabaya langsung ke lokasi kapal. Mudah-mudahan besok sudah bisa mulai kegiatan,” kata Yudhi.
Rencana pengangkatan tersebut disiapkan setelah posisi KM Virgo Transport 8 bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara sejak operasi pencarian hari keempat.
Yudhi menyebutkan, kapal yang sebelumnya berada di kedalaman sekitar 21 meter kini berada di sekitar 29 meter. Meski demikian, badan kapal masih terlihat jelas dari udara.
Yudhi bersama Direktur Komunikasi Basarnas, pihak pemilik kapal dan tim ahli juga telah memantau kondisi kapal menggunakan helikopter Basarnas HR3601.
“Dari udara badan kapalnya masih kelihatan dengan jelas. Tidak terlalu dalam, sekitar 29 meter, dan terlihat kemiringannya,” jelasnya.
Selain posisi kapal, kondisi badan kapal turut menjadi perhatian dalam persiapan operasi salvage. Dari hasil pemantauan, tidak terlihat adanya kebocoran maupun pencemaran minyak di sekitar lokasi.
“Kondisi kapal masih kedap, tidak ada kebocoran dan tidak ada pencemaran minyak atau grease di sekitar kapal,” ujarnya.
Tim ahli selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan teknis dan peralatan dengan kondisi kapal untuk mendukung proses pengangkatan.
Jika kapal berhasil diangkat, bagian dalam kapal akan menjadi prioritas untuk diperiksa, termasuk kemungkinan masih adanya korban yang belum ditemukan.
“Kalau kapal berhasil kita angkat, prioritas pertama tentu kita akan melakukan evakuasi atau pengecekan di dalam kapal apabila masih ada korban yang kemungkinan berada di dalam,” kata Yudhi.
Setelah proses pencarian dan evakuasi selesai, kapal direncanakan dipindahkan menuju Banjarmasin untuk kepentingan pemeriksaan dan investigasi oleh KNKT.