TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui kewirausahaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Tapin Youthpreneur Academy (TYA) 2026 yang diikuti 30 pemuda dari berbagai unsur dan wilayah di Kabupaten Tapin.
Program yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tapin itu mengusung tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Pemuda Berdaya dan Wirausaha yang Tumbuh untuk Tapin Maju.”
Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan, pengembangan kewirausahaan di kalangan pemuda menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru di daerah.
Menurutnya, pemuda perlu didorong agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk membangun usaha sendiri.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tapin yang telah menggagas kegiatan ini. Pemuda tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Juanda.
Ia menjelaskan, upaya menumbuhkan wirausaha muda juga diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah, salah satunya Peraturan Bupati Tapin Nomor 22 Tahun 2026 tentang Fasilitasi Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga pelaku usaha muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya.
Juanda juga menyebut Tapin Youthpreneur Academy sejalan dengan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tapin, yakni Tapin Beriman dengan Bunga 0 Persen, yang diarahkan untuk memberikan akses pembiayaan lebih ringan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha.
Namun, ia mengingatkan bahwa akses modal bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan usaha. Kemampuan mengelola bisnis, menyusun perencanaan, mengatur keuangan, memahami legalitas, serta membaca peluang pasar juga harus dimiliki para wirausaha muda.
“Usaha yang kuat memerlukan pengetahuan, keterampilan, perencanaan, pengelolaan keuangan, legalitas, pemasaran, serta kemampuan membaca peluang pasar,” jelasnya.
Karena itu, Juanda meminta para peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal, aktif berdiskusi dengan praktisi, memperluas jejaring, serta berani mencoba berbagai peluang usaha.
Ia berharap TYA 2026 tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi mampu melahirkan wirausaha muda yang benar-benar berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Saya berharap dari Tapin Youthpreneur Academy ini akan lahir wirausaha muda Tapin yang mandiri, kreatif, inovatif, tangguh dan mampu naik kelas, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapin,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Tapin Eko Haryono mengatakan, Tapin Youthpreneur Academy dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemuda yang telah menjalankan maupun sedang merintis usaha.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan dari praktisi dan akademisi, termasuk mengenai manajemen usaha serta pentingnya memisahkan keuangan pribadi dari keuangan bisnis.
Menurut Eko, pemahaman tersebut menjadi salah satu fondasi agar usaha yang dijalankan dapat dikelola secara profesional dan berkembang secara berkelanjutan.
Sebanyak 30 peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapin, termasuk unsur pemuda dan mahasiswa Politeknik Syekh Salman Al Farisi, wirausaha muda, HIPMI, KNPI, serta Gekrafs.
Tidak hanya memberikan pelatihan, Dispora Tapin juga menyiapkan tindak lanjut melalui pendataan, pemantauan, dan evaluasi terhadap perkembangan usaha para peserta.
Untuk memperkuat aspek permodalan, Dispora turut menggandeng lembaga perbankan, di antaranya Bank Kalsel dan Bank Tapin. Pendampingan ini diharapkan membantu pelaku usaha memperbaiki tata kelola bisnis agar memenuhi persyaratan layanan perbankan.
“Kita mengawal para kawan-kawan wirausaha muda ini supaya nanti jadi bankable, bagaimana usaha mereka layak untuk dilayani perbankan,” pungkas Eko.
Melalui Tapin Youthpreneur Academy 2026, pengembangan kewirausahaan pemuda diharapkan tidak hanya melahirkan usaha baru, tetapi juga memperkuat usaha yang telah berjalan agar mampu tumbuh, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Tapin.