TERAS7.COM – DPRD Kalimantan Selatan menyoroti pengurangan anggaran pada sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel yang berdampak pada program penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan bencana.
Hal tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kalsel dalam rapat kerja bersama Dinkes Kalsel, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta lima UPT Dinkes untuk membahas kesiapan alokasi anggaran sektor kesehatan daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, mengatakan pengurangan anggaran perlu dievaluasi, terutama jika berdampak terhadap program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan kondisi darurat masyarakat.
“Dari penyampaian Dinas Kesehatan, masih banyak pengurangan anggaran pada lima UPT Dinkes. Pengurangan ini terutama berdampak pada program SPMP Provinsi, khususnya untuk penanganan KLB dan bencana,” ungkap Jihan Hanifha.
Menurutnya, alokasi anggaran untuk kondisi darurat kesehatan perlu dipenuhi secara optimal agar respons medis di lapangan tidak terhambat ketika terjadi krisis.
Jihan menilai kebutuhan tersebut semakin penting mengingat Kalimantan Selatan saat ini juga menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Hal ini terus kami dorong agar anggarannya dapat dipenuhi, terlebih saat ini kita sedang menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” tegasnya.
Selain penanganan kondisi darurat, Komisi IV DPRD Kalsel juga mendorong agar kebutuhan anggaran sektor kesehatan untuk 2027 dipersiapkan lebih matang.
“Kami juga mendorong kesiapan alokasi anggaran untuk tahun 2027 agar perencanaan kesehatan daerah jauh lebih matang,” lanjut Jihan.
Ia menegaskan, kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus tetap menjadi perhatian meski pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran.
Komisi IV DPRD Kalsel pun akan terus mengawal pembahasan anggaran bersama BPKAD, khususnya untuk memastikan kebutuhan UPT Dinkes serta program penanganan KLB dan bencana mendapat dukungan anggaran yang memadai.