TERAS7.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar telah mencapai 6.300 hektare dan berdampak pada 197 desa di 19 kecamatan.
Meluasnya dampak kebakaran tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya memperkuat penanganan bencana di daerah.
Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Wasis Nugraha dalam Rapat Koordinasi Mingguan Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (12/10/2026).
Rapat dipimpin Bupati Banjar H Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah H Yudi Andrea. Kegiatan tersebut diikuti staf ahli, para asisten, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta camat se-Kabupaten Banjar.
Dalam rapat itu, Saidi meminta BPBD menyampaikan perkembangan penanganan karhutla dan kekeringan. Ia juga meminta para camat melaporkan kondisi terkini serta upaya penanganan di wilayah masing-masing.
“Kami meminta BPBD menyampaikan perkembangan terkait karhutla dan kekeringan. Camat juga agar dapat menyampaikan upaya penanganan karhutla di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, BPBD mengusulkan peningkatan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Usulan ini didasarkan pada hasil rapat bersama para pemangku kepentingan dan SKPD terkait untuk mengoptimalkan pengerahan sumber daya dalam menangani karhutla dan kekeringan.
Rencana penanganan darurat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–28 Oktober 2026 atau selama dua minggu, dengan pembagian operasi ke dalam dua klaster dan pembiayaan melalui APBD.
Sebanyak 150 personel gabungan direncanakan dikerahkan, terdiri atas Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan, TNI/Polri, serta unsur lintas sektor lainnya.
Saidi berharap penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi yang baik antara BPBD, camat, dan seluruh pihak terkait agar langkah yang diambil dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.