TERAS7.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar telah menyalurkan 3.245.000 liter air bersih selama sekitar tiga bulan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Hingga kini, kekeringan masih berdampak pada 72 desa yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Banjar.
Kondisi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha dalam Rapat Koordinasi Mingguan Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (12/10/2026).
Wasis mengungkapkan, kebutuhan air bersih masyarakat terdampak menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kekeringan. Di tengah kondisi tersebut, frekuensi distribusi air bersih mengalami perubahan.
Distribusi yang sebelumnya dapat dilakukan setiap empat hari sekali kini menjadi delapan hari sekali. Kondisi ini dinilai memerlukan penanganan lebih serius untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berlangsung.
“Distribusi air bersih sebelumnya dapat dilakukan setiap empat hari sekali, tapi kini menjadi delapan hari sekali,” ucapnya.
Laporan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Banjar H Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah H Yudi Andrea, serta diikuti kepala SKPD dan camat se-Kabupaten Banjar.
Berdasarkan hasil rapat bersama para pemangku kepentingan dan SKPD terkait, BPBD mengusulkan peningkatan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Rencana tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–28 Oktober 2026 atau selama dua minggu.
Dalam rencana operasi itu, sebanyak 150 personel gabungan akan dikerahkan untuk menangani karhutla dan kekeringan. Personel terdiri atas Tim Reaksi Cepat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan, TNI/Polri, serta unsur lintas sektor lainnya.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur meminta para camat melakukan konsolidasi dan memperkuat koordinasi dengan BPBD serta pihak terkait di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan penanganan bencana berjalan terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.