TERAS7.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru terus melakukan mitigasi banjir melalui normalisasi sungai dan pembenahan drainase di berbagai wilayah. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Penanganan menjangkau hampir seluruh kecamatan di Banjarbaru, dengan fokus pada titik-titik prioritas yang belum tertangani pada pengerjaan sebelumnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Banjarbaru, M Deny Pramudji menjelaskan normalisasi sungai dilakukan melalui dua metode, yakni pembersihan secara manual dan menggunakan alat berat.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran normalisasi menggunakan alat berat di antaranya kawasan Tegal Arum serta Sungai Rancah Cempaka di belakang Perumahan Lambung Mangkurat.
Normalisasi juga dilakukan di Sungai Sidodadi, Sungai Lok Udat, Sungai Tekukur Ujung menuju Jembatan Tiga Liang Anggang, Sungai Pembataan, hingga aliran sungai di kawasan Guntung Damar.
Selain normalisasi sungai, PUPR Banjarbaru membenahi saluran drainase untuk memperlancar aliran air saat hujan. Dalam pelaksanaannya, Pemko Banjarbaru berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan dan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.
Deny menyebutkan, pekerjaan normalisasi sungai dan pembersihan drainase yang bersumber dari APBD murni 2026 telah dilaksanakan. Sementara itu, pekerjaan melalui APBD Perubahan tetap diarahkan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan berdasarkan skala prioritas.
“Pekerjaan melalui APBD Perubahan tetap kami arahkan pada titik prioritas,” ujarnya.
Terkait target penyelesaian, Deny mengatakan pihaknya terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami menargetkan pekerjaan normalisasi sungai dan pembenahan drainase rampung pada Desember 2026,” katanya.
Penanganan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya mitigasi banjir yang dilakukan Pemko Banjarbaru sejak 2024 dan 2025.
Melalui normalisasi sungai dan pembenahan drainase secara berkelanjutan, pemerintah berharap kapasitas aliran air tetap terjaga sehingga risiko genangan saat musim hujan dapat diminimalkan.