TERAS7.COM – Keberanian seorang anak menjalani khitan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Terlebih, ketika proses tersebut bisa dilalui dengan bantuan yang meringankan beban keluarga.
Kebahagiaan itu terlihat dalam kegiatan khitanan massal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Banjarbaru dalam rangka HUT ke-15 Partai NasDem di Klinik Buah Hati Adya Mysha, Kelurahan Loktabat Utara, Minggu (08/11/2026).
Sebanyak 12 anak berusia 4 hingga 9 tahun mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing memiliki pengalaman berbeda, mulai dari anak yang sudah berani atas kemauannya sendiri hingga yang masih perlu dibujuk oleh orang tua.
Riki, misalnya. Bocah berusia 9 tahun itu mengaku tidak merasa terpaksa menjalani khitan karena memang sudah memiliki keinginan sendiri.
“Sudah mau dan sudah berani, memang diri sendiri yang mau,” ucapnya.
Bagi Agitia, ibu Riki, kegiatan tersebut sangat membantu karena anaknya masih harus menjalani aktivitas sekolah setelah dikhitan. Ia berharap proses pemulihan yang relatif singkat membuat anaknya bisa segera kembali beraktivitas.
“Bagus sih, karena penyembuhannya enggak terlalu lama. Cuma beberapa hari, langsung bisa beraktivitas,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Partai NasDem karena kegiatan tersebut dinilai sangat membantu keluarganya.
“Terima kasih kepada Partai NasDem yang sudah melaksanakan sunatan massal ini. Sangat membantu bagi kami,” katanya.

Manfaat serupa dirasakan Nur Kholis yang mengikutsertakan dua anaknya, Bima berusia 7 tahun dan Arka berusia 8 tahun. Ia menilai khitanan massal dapat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan biaya.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu untuk masyarakat yang tidak mampu,” ungkapnya.
Ia juga membandingkan metode khitan yang digunakan sekarang dengan pengalamannya pada masa lalu, ketika proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama.
“Zaman dahulu itu 10 hari baru sembuh. Alhamdulillah, sekarang sudah modern, pakai laser, enggak pakai benang. Insya Allah, katanya satu hari sudah bisa jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Halimatussa’diyah, ibu dari Sayyid Muhammad Faqih Muqaddam yang berusia 7 tahun mengaku tenang karena sudah mengenal Klinik Buah Hati Adya Mysha sejak sebelumnya.
“Dulu juga melahirkan di sini. Jadi, Alhamdulillah, saya sebagai orang tua tenang dan enggak khawatir anak saya dikhitan di sini,” katanya.
Meski sempat mengalami sedikit kesulitan karena kondisi anaknya, ia tetap mengapresiasi pelayanan medis yang diberikan dan bersyukur keluarganya bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem atas kegiatan yang dinilainya bermanfaat bagi masyarakat.
“Partai NasDem hebat, the best. Mudah-mudahan selalu maju dan jaya. Alhamdulillah bermanfaat sekali, berkah buat umat. Khususnya kami, sangat-sangat terbantu,” ungkapnya.

Pengalaman berbeda dialami Fuad Hasan yang baru berusia 4 tahun. Ayahnya mengaku sempat membujuk sang anak agar bersedia dikhitan, bahkan menjanjikan hadiah mobil-mobilan remot.
“Alhamdulillah lancar, tapi tadi agak berontak dan nangis-nangis. Ya, namanya masih kecil, umurnya masih 4 tahun,” ceritanya.
Meski prosesnya sempat diwarnai tangisan, ayah Fuad mengapresiasi pelayanan yang diberikan dan berterima kasih kepada Partai NasDem karena telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Partai NasDem yang sudah menyelenggarakan khitanan massal ini, karena sangat bermanfaat untuk kami,” ujarnya.
Di balik pengalaman para peserta tersebut, khitanan massal menjadi salah satu agenda sosial DPD Partai NasDem Banjarbaru untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga yang terbebani biaya khitan.

Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Banjarbaru, Ir H Takyin Baskoro, MH, mengatakan kegiatan Khitanan Massal ini merupakan agenda ketiga dalam rangkaian HUT ke-15 Partai NasDem.
Menurutnya, kegiatan tersebut berawal dari usulan kader dalam rapat internal karena biaya khitan masih menjadi beban bagi sebagian keluarga, khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Mengingat biaya khitanan cukup membebani masyarakat menengah ke bawah, kegiatan ini diharapkan bisa meringankan beban warga,” jelas Baskoro.
Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Bappilu DPD NasDem Banjarbaru, Ipan Intapura, menjelaskan pihaknya menggunakan metode khitan modern dengan peralatan khusus.
Menurut Ipan, metode tersebut tidak menggunakan suntikan bius maupun jahitan. Proses pemotongan juga menggunakan alat khusus yang disebut tidak menimbulkan perdarahan.
“Jadi, metodenya pertama tanpa suntik bius. Ada alat khusus yang tidak menggunakan jarum suntik. Kemudian, untuk memotongnya menggunakan alat khusus yang memang tidak berdarah. Selain itu, juga tanpa jahitan,” jelasnya.
Pemilihan metode tersebut, lanjut Ipan, turut mempertimbangkan aktivitas anak-anak yang perlu kembali bersekolah setelah menjalani khitan.
Selain khitanan massal, rangkaian HUT ke-15 Partai NasDem di Banjarbaru akan dilanjutkan pada 11 November 2026 melalui kegiatan internal bersama DPP, termasuk Zoom Nasional dan pemotongan tumpeng.
Selanjutnya, sejumlah kegiatan untuk masyarakat juga dijadwalkan berlangsung, mulai dari senam bersama, pelatihan purun, lomba badminton, hingga hiburan musik.