TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan pengembangan budidaya jagung seluas 150 hektare melalui program yang mendapat dukungan Kementerian Pertanian dan pendampingan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat mengembangkan jagung sebagai komoditas pertanian selain padi yang selama ini menjadi salah satu andalan daerah.
Enam kecamatan menjadi wilayah sasaran penanaman jagung, meliputi Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman.
“Enam kecamatan yang menjadi wilayah sasaran penanaman jagung tersebut meliputi Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman,” ujar Warsita.
Namun, realisasi penanaman saat ini belum optimal karena kondisi Kabupaten Banjar masih memasuki musim kemarau. Pelaksanaan tanam akan mempertimbangkan kondisi cuaca agar kegiatan budidaya dapat berjalan sesuai persiapan yang dilakukan.
“Kalau sudah memasuki musim hujan, penanaman akan segera dilaksanakan. Persiapan lahan sudah mulai dilakukan dan bibit juga sudah tersedia,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bantuan yang diserahkan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026), terdiri atas tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran tiga inci.
Warsita menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil usulan Polres Banjar untuk mendukung kelompok tani di enam kecamatan sasaran.
Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H Ikhwansyah, mengingatkan agar bantuan peralatan pertanian dijaga dan dirawat dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ikhwansyah berharap pemanfaatan alsintan secara tepat dapat membantu meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Warsita juga berharap pengembangan jagung dapat mendorong minat masyarakat untuk membudidayakan komoditas tersebut. Apabila hasilnya menjanjikan, peluang perluasan areal tanam melalui pengusulan tambahan dukungan sarana pertanian dapat kembali dibuka.
Dengan target 150 hektare tersebut, pengembangan jagung diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperluas pilihan usaha tani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banjar.