Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Kyai Wahab Foundation – PCNU Jakarta Pusat gelar webinar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Kyai Wahab Foundation – PCNU Jakarta Pusat gelar webinar

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 12 Februari 2021, 17.25
Share
1609462713
SHARE

TERAS7.COM – Dalam rangka memperingati Hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 98, Kyai Wahab Foundation bersama PCNU Jakarta Pusat gelar webinar dan peluncuran buku “KH Abdul Wahab Chasbullah” secara virtual. Jumat (12/02).

Dalam acara webinar ini turut hadir beberapa pembicara berkompeten dibidangnya, antara lain KH Agus Sunyoto, Prof Ali Munhanif, Ph. D selaku Sejarahwan Islam, Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Suwandi D Pranoto selaku Wakil Sekretaris PBNU.

Acara dibuka oleh Ketua PBNU dan Pembina Kyai Wahab Foundation, KH H Hasib Wahab, kemudian dilanjutkan Gus Syaifuddin, selaku Ketua PCNU Jakarta Pusat yang menyatakan bahwa dalam menyambut satu abad kiprah Nahdlatul Ulama maka diselenggarakanlah acara ini dengan tujuan menggali kembali teladan Kiai Wahab.

Gus Syaifuddin
Gus Syaifuddin, Ketua PCNU Jakarta Pusat

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, A Irfan Mufid.

Baca juga :

Catat! Ini Jadwal Lengkap Imsak dan Buka Puasa Ramadan 1447 H se-Kalsel

Momen Khusyuk Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026

Pembicara di acara tersebut, KH Agus Sunyoto menjelaskan bahwa Kiai Wahab sendiri merupakan tokoh yang memimpin rombongan Komite Hijaz, dengan misi membawa pesan dari kalangan ulama tradisional untuk melobi Raja Saudi penguasa baru di Tanah Arab.

“Bermaksud agar penguasa tersebut mampu memelihara warisan-warisan Islam zaman Rasulullah dan Sahabat, dan juga untuk kehidupan bermadzhab dapat diperbolehkan. Sehingga penggusuran makam Rasulullah dan yang lainnya bisa digagalkan,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam konteks nasional ia pernah mendapat penjelasan dari Gus Dur, bahwa Kiai Wahab memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luar biasa tentang eksistensi golongan, partai politik dan ideologi.

KH Agus Sunyoto

“Dengan latar belakang Kiai Wahab dari pesantren, maka tidak bisa dianggap remeh, justru dengan penguasaan geopolitik itulah Kiai Wahab mampy membawa NU keluar dari Masyumi, karena posisi NU sendiri didalam Masyumi tidak menguntungkan secara sosial politik,” jelasnya.

Kiai Wahab sendiri menurutnya merupakan ulama yang ahli ushul fikih, yang mana hal tersebut selalu Kiai Wahab gunakan sebagai pisau analisis dalam mengambil keputusan politik maupun menerima pemikiran dari luar yang berbeda, namun tetap dijadikannya partner dalam berjuang.

Sedangkan, Sejarahwan Islam, Ali Munhanif menyampaikan bahwa Kiai Wahab menurutnya merupakan pelopor, arsitek, desainer, bahkan engine atau mesin dalam gerakan NU.

“Fiqh Wathoniyah (Fikih Kebangsaan) yang dikembangkan Kiai Wahab menjadi landasan penting dalam menangkap pluralisme atau semangat kemajemukan yang dimiliki umat Islam di Indonesia,” terangnya.

Prof Ali Munhanif PhD

Ia juga menambahkan bahwa Kiai Wahab telah mengantarkan landasan berfikir tentang nasionalisme Indonesia melampaui zamannya. Hal itu dapat dilihat dari Lagu “Ya lal Wathon” yang diciptakan Kiai Wahab sebelum kemerdekaan.

“Hari ini lagu tersebut bisa dinyanyikan oleh siswa BPK Penabur dengan fasih dan tanpa beban. Semangat kemajemukan dalam bingkai nasionalisme sedang menemukan momentumnya saat ini,” tuturnya.

Kiai Wahab menginginkan kalangan pesantren berdaya secara ekonomi, sehingga leluasa dalam berdakwah, hal itu menurutnya bisa dilihat dari Pembentukan Nahdlatut Tujjar oleh Kiai Wahab.

“Nahdlatut Tujjar sendiri merupakan semacam asosiasi perdagangan muslim pribumi yang merespon dominasi kelompok kolonial di kota-kota besar di Indonesia,” ucapnya.

Suwadi D Pranoto yang menjadi pembicara terakhir menjelaskan bahwa Kiai Wahab mempunyai posisi sebagai “Muharrik” di NU, yang mana Muharrik bermakna sebagai penggerak benar-benar diejawantahkan oleh Kiai Wahab.

“Dapat dilihat dalam konsolidasi yang dilakukan beliau dengan kiai-kiai di nusantara, maupun saat masih belajar di Mekkah,” ucapnya.

Ir H Suwadi D Pranoto

“Untuk menjelaskan sebuah keputusan baik di NU maupun negara, Kiai Wahab tidak hanya melalu mimbar-mimbar resmi, tapi blusukan silaturahim ke pelosok-pelosok Jawa dan luar Jawa untuk menjelaskan maksud dan tujuan keputusan itu diambil kepada para kiai dan para tokoh,” tambahnya.

Dalam diskusi ini juga dilakukan peluncuran buku berjudul ‘Pluralitas dalam Bingkai Nasionalisme’ (Telaah atas Pemikiran dan Perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah) karya Muhammad Izzul Islam An-Najmi (Gus Amik), cucu KH Abdul Wahab Chasbullah.

Acara webinar ini diakhiri dengan tanya jawab dan pembagian doorprize Buku KH Abdul Wahab Chasbullah, Peci NU, Helm NU, Kaos Mbah Wahab dan Smartphone kepada beberapa peserta yang hadir secara virtual.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Catat! Ini Jadwal Lengkap Imsak dan Buka Puasa Ramadan 1447 H se-Kalsel

Momen Khusyuk Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026

Awal Ramadan 1447 H Ditetapkan 18 Februari 2026, Muhammadiyah Mulai Puasa Besok

Wadah Guru Ngaji Pertama di Indonesia! Agnia Bawa Misi Besar Turunkan Buta Huruf Al-Qur’an

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?