TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya menguatkan program pembangunan daerah, serta mengangkat empat agenda utama, yang mana salah satunya mengenai penanganan Covid-19 di Banua.
Maka dari itu, Pemprov Kalsel menggelar Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.
Turut juga mendampingi Pj Gubernur Kalsel di antaranya Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, serta Kepala Daerah dan Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.
Usai memberikan pengarahan dalam Rakor tersebut, Safrizal ZA terlihat mencermati dengan saksama pemaparan kebijakan penanganan Covid-19 dari para Bupati dan Walikota.
Adapun, grafik dari kasus Covid-19 memperlihatkan adanya penurunan angka kasus positif dibandingkan beberapa bulan lalu.
Namun, keseluruhan tren belum turun. Beberapa kabupaten dan kota di Kalsel masih menunjukkan angka positif Covid-19 yang cukup banyak.
“Angka ini kalau naiknya hasil tracking, bagus. Artinya, kita mengecilkan potensi penularan dan mengurangi fatality rate yang mungkin terjadi,” terang Safrizal.
Safrizal juga memaparkan bahwa fatality rate atau tingkat fatalitas kasus selama ini menjadi sorotan. Fatality rate merupakan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tertentu.
“Yang dibaca adalah fatality rate. Maka, strategi screening terus kita lakukan,” papar Pj Gubernur.
Ia menyatakan bahwa screening berguna untuk mencegah potensi penularan, minimal di lingkup keluarga. Ia pun menginstruksikan seluruh SKPD Pemprov Kalsel untuk memberlakukan screening sejak dini.
Saat ini, jenis screening yang diprioritaskan adalah antigen, dengan akurasi mencapai 97 persen. Maka, diimbau untuk memberlakukan swab antigen di acara-acara yang mengundang banyak masyarakat.
Pj Gubernur Kalsel menekankan, penanganan Covid-19 masih menjadi prioritas di tingkat kabupaten, kota, dan nasional. Sehingga harus tercermin pada program dan anggaran.
“Pengertian prioritas ada programnya, kegiatan, dan alokasi anggaran, di samping inovasi-inovasi yang terus dilakukan,” timpalnya.
Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, mengungkapkan, wilayahnya memiliki posko PPKM terbanyak di kalsel, yakni 301 unit. Posko PPKM berfungsi sebagai sarana evaluasi penanganan Covid-19 di tingkat mikro. Selain itu, Ia juga mengungkapkan upaya menggalakkan masker di wilayahnya.
“Kami punya kebijakan, setiap Kepala SKPD harus menyiapkan empat masker untuk ASN dan keluarganya. Demikian juga pihak Polri dan perusahaan-perusahaan.”
Adapun agenda lain yang dibahas pada rapat koordinasi tersebut adalah penanganan banjir, distribusi elpiji, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kalsel.