TERAS7.COM – Akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada Tahun 2020 lalu, calon jamaah haji Indonesia tahun 1441 Hijriyah terpaksa gigit jari karena batal berangkat untuk menunaikan rukun islam ke 5 ini.
Di Kabupaten Banjar sendiri ada 397 orang dan 17 orang cadangan calon jemaah haji yang sudah melunasi biaya haji dan batal pada pemberangkatan haji tahun 2020 yang lalu.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar, H. Rimazullah saat dihubungi via Whatsapp, baru-baru ini mengungkapkan, hingga saat ini pemberangkatan pada tahun 2021 juga masih belum dapat dipastikan.

“Untuk pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini kita belum ada kepastian. Tergantung keputusan Pemerintah Arab Saudi,” ungkapnya.
Pemerintah pusat sendiri lanjut H. Rimazullah sudah menyiapkan 3 skema pemberangkatan calon jemaah haji pada tahun 2021 ini.
Skema Pertama adalah pandemi ini selesai dengan dilaksanakannya vaksinasi, pemberangkatan calon jemaah haji akan dilaksanakan seperti biasa. Skema Kedua adalah haji tetap dilaksanakan walau pandemi masih tetap berlangsung, tapi kemungkinan ada pembatasan calon jemaah haji yang berangkat. Skema Ketiga adalah pembatalan kembali pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia pada tahun 2021.
Sementara itu dikutip dari situs resmi Kemenag RI, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi beberapa waktu yang lalu berkunjung ke kantor Dubes Arab Saudi di Jakarta dan diterima oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi.
Kedatangan rombongan PHU Kemenag RI ini sendiri bertujuan untuk membahas kepastian dan persiapan haji 2021 serta membahas kemungkinan kunjungan tim akomodasi, katering, dan transportasi untuk melakukan persiapan pengadaan layanan jemaah haji 1442H/2021M di Arab Saudi.
Namun Dubes Arab Saudi menegaskan sampai saat ini belum ada informasi terkait kepastian pemberangkatan jemaah ke Saudi pada musim haji tahun ini, namun mereka berjanji akan segera memberikan informasi tersebut jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi, yang mana Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jemaahnya terbesar di dunia.