Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Nazar Naikan Eksistensi Seni Beladiri Kuntau
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Nazar Naikan Eksistensi Seni Beladiri Kuntau

Muhammad Fikri
Muhammad Fikri 14 Agustus 2021, 19.10
Share
IMG 20210814 WA0004
SHARE

TERAS7.COM – Di Pulau Kalimantan tepatnya Provinsi Kalimantan Selatan, ada salah satu seni bela diri yang cukup tersohor pada masanya yaitu seni bela diri Kuntau dahulu, namanya cukup populer di banua. Umumnya dapat kita saksikan pada resepsi perkawinan atau upacara adat.


Sayangnya, mayoritas generasi sekarang alias generasi milenial tidak banyak tahu apa itu kuntau. Kalaupun pernah mendengar istilah kuntau, hanya sekadar tahu tapi nyaris tidak pernah melihat atraksinya secara langsung.


Atraksi kuntau sudah sangat jarang ditampilkan. Perguruannya pun tidak banyak orang yang tahu. Mau berguru, tapi berguru dengan siapa dan di mana.

IMG 20210814 WA0003

Minimnya informasi membuat kuntau nyaris terlupakan oleh khalayak. Padahal kuntau adalah bagian seni budaya lokal yang harus dilestarikan eksistensinya dengan mengajarkannya secara terbuka sehingga membuka mata publik dan menarik minat untuk dipelajari.


Syukurlah, sebelum kuntau makin terlupakan, muncul anak muda praktisi kuntau yang ingin seni beladiri leluhur ini tetap lestari di banua bahkan menjadi kebanggaan bangsa hingga mampu merambah dunia internasional.

Baca juga :

Bupati Saksikan Budaya Kuntau di Objek Wisata Sungai Rangas

Festival Pencak Silat Budaya Bakuntau Berlangsung Meriah

Ketua Kompak Banua HST, Serda Abdul Manan Bawa 20 Pendekar Ikuti Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi


Adalah Nazarudin Yusuf, pemuda asal Desa Gunung Batu, Kabupaten Balangan ini, gigih memperjuangkan eksistensi kuntau di kampungnya untuk dipelajari. 
Lelaki yang kerap disapa Nazar ini, sendiri berasal dari perguruan Hasyim Harimau Teratai Putih yang biasanya perguruan ini melaksanakan latihan di Desa Auh Kecamatan Tebing-Tinggi, Kabupaten Balangan.

IMG 20210814 WA0005


Nazar kini telah bisa menjadi guru untuk meneruskan seni bela diri bahari ini, karena dirinya sudah sampai ketingkatan “batamat (ke tahapan berikutnya)” suatu tahapan puncak yang ditunggu dan mendebarkan bagi anggota perkuntauan, pada bagian ini seorang murid diuji oleh gurunya, apakah bisa dikatakan lulus atau belum.


Dengan kata memulai dari satu dua orang murid, kini Nazar telah memiliki belasan murid. Biasanya ia menggelar latihannya di belakang rumahnya, yang kebetulan terdapat tanah lapang sehingga pas digunakan untuk berlatih kuntau.


“Kami biasanya latihan setiap hari Rabu dan Minggu, khusus di gunung Batu, di belakang rumahku, rata-rata usianya sekitar 9 tahun ke atas tetapi ada dua orang yang kecil, karena dia memiliki niat untuk belajar jadi di ikutkan saja, dan syukur karena niatnya memang betul-betul, hasil dari gerakan-gerakan nya cukup bagus,” ujar Nazar ketika ditemui di rumah, Sabtu (14/08/2021).

Dilanjutkan oleh dia, bahwa awalnya dirinya hanya untuk mencari kegiatan kegiatan yang lebih positif ketimbang hanya bermain handphone, lalu timbullah ide untuk melestarikan seni bela diri kuntau ini.

Dikatakan pula manfaat mempelajari seni bela diri kuntau cukup beragam diantaranya untuk perlindungan diri, untuk kesehatan, dan bisa menumbuhkan karakter diri menjadi yang lebih baik karena disini dituntut beradab.
Kini murid dari Nazar pun semakin bertambah, itu kemungkinan dikenakan biasanya ketika malam ia menggelar latihan yang dibuat semacam pertunjukan sederhana, bagi penonton yang menuntun tidak dipungut biaya hanya saja memberikan sumbangan seikhlasnya, mungkin itu yang membuat tertarik.

“Dahulu ada 15 orang kini semakin bertambah, mungkin karena pertunjukan sederhana yang kami tampilkan selama ini sembari latihan,” ujar Nazar.
Bagi yang ingin mengikuti latihan tersebut, tidaklah dipungut biaya ataupun persyaratan lainnya, hanya saja harus memiliki izin orang tua dan kemaun diri.
Pemuda yang kini berusia 17 tahun ini berharap, dengan ilmu yang diberikan olehnya, bisa meneruskan ilmu yang ia ajarkan, dan bahkan melampaui apa yang ia ajarkan atau bisa lebih baik dari gurunya, serta tidak lupa sebagai seorang guru ia berpesan kepada muridnya agar menjadi seperti padi. “Semakin berisi semakin merunduk, artinya meskipun banyak ilmu jangan sombong,” pungkasnya.
Sementara itu, Amin salah seorang murid Najar mengatakan bahwa, ia mengikuti latihan kuntau ini adalah untuk perlindungan diri. “Selain melestarikan budaya kita kalsel juga untuk perlindungan diri, karena kita tidak tahu kejahatan bisa datang kapan saja,” ungkap Amin.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Bupati Saksikan Budaya Kuntau di Objek Wisata Sungai Rangas

Festival Pencak Silat Budaya Bakuntau Berlangsung Meriah

Ketua Kompak Banua HST, Serda Abdul Manan Bawa 20 Pendekar Ikuti Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi

Beradaptasi Dengan Dunia Modern, Pukulan Patikaman Jangkau Mancanegara

Mahsyur Di Negeri Orang, Ini Seminar Perdana Pukulan Patikaman Di Daerah Sendiri

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?