Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Harip- Harip Labuh Laut Sembonyo di Pantai Sine Tulungagung Digelar Meriah
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Harip- Harip Labuh Laut Sembonyo di Pantai Sine Tulungagung Digelar Meriah

Sugeng Hariyadi
Sugeng Hariyadi 4 Juni 2022, 00.09
Share
WhatsApp Image 2022 06 03 at 14.05.10
Labuh Laut ini merupakan tradisi turun temurun yang diwariskan dari nenek moyang masyarakat nelayan pesisir pantai sine hingga kini. Foto: Sugeng
SHARE

TERAS7.COM – Labuh laut sedekah bumi rutin setiap tahun selalu diadakan oleh masyarakat nelayan di kawasan Pantai Sine Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Labuh Laut ini merupakan tradisi turun temurun yang diwariskan dari nenek moyang masyarakat nelayan pesisir pantai sine hingga kini. Ada yang beranggapan jika Labuh Laut ini tidak diadakan setiap tahunnya, menurut warga pesisir pantai sine ini akan mendapatkan banyak musibah.

Adapun Labuh Laut sendiri selalu berkaitan dengan adanya berbagai macam sesaji.
Setiap daerahpun, pasti punya tata cara dan ketentuan tersendiri dalam menamakan sesaji atau aburampennya.

Seperti halnya masyarakat nelayan pesisir pantai sine dalam ritual labuh sesaji, lebih dikenal sesaji itu dengan nama “Harip- Harip.”

Menurut Jaiman salah satu warga nelayan pantai sine yang saya temui mengatakan,
nama Harip- harip sendiri adalah ubarampen merupakan sesaji yang buat sesembahan.
Harip- harip sendiri terbuat dari tepung beras dan kedelai hitam yang di bentuk menyerupai bentuk hewan laut.

Baca juga :

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Membuat Harip- harip bukanlah yang dibeli dari toko, melainkan yang dibuat sendiri oleh masyarakat Sine, mulai dari proses membilas, merendam, menumbuk, hingga mengayak. Tepung beras digunakan untuk membentuk badan ikan, sedangkan kedelai hitam digunakan untuk membuat bagian matanya.

Hal lainnya yang tak boleh di lupakan dalam proses pembuatannya yaitu, warga harus sambil menyebutkan setiap jenis ikan yang diserupakan dalam harip- harip sembari menaruhnya di dalam wadah tempayan atau leser.

Masyarakat nelayan pantai sine mempercayainya apa yang digambarkan atau dituangkan warga di harip- harip itu nanti yang mereka harapkan atau dapatkan saat melaut.

Hrip- harip merepresentasikan aneka hewan yang menjadi komoditas tangkapan laut bagi masyarakat Sine, di antaranya: ikan tongkol, cumi-cumi, udang, dan lain sebagainya.

Meskipun terlihat sederhana, namun penggunaan Harip- harip dalam ritual adat Labuh Laut terbilang cukup filosofis. Untuk itu, membutuhkan perlakukan khusus di dalam proses pembuatannya. Di antaranya, sang pembuat arip-arip haruslah sudah menginjak usia akil baligh atau dewasa, serta sudah pernah pergi melaut untuk menangkap ikan. Proses pembuatannya dilakukan pada malam hari, tepatnya satu hari sebelum rangkaian upacara adat Labuh Laut dilaksanakan.

Prosesi selanjutnya ialah mengarak arip-arip, atau yang dalam bahasa lokal Tulungagung disebut juga dengan semboyo. Nuansa adat Jawa berkelindan dengan atmosfer perayaan, ketika sejumlah penari yang membawakan tarian tradisional jaranan atau jathilan menggiring rombongan pembawa harip-harip ke tepian Pantai Sine.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45

You Might Also Like

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Peletakan Batu Pertama Tugu Sianipar Purbaraja: Simbol Persatuan dan Penghormatan kepada Leluhur

Meski Gerimis, Festival Pasar Terapung Lok Baintan Hari Kedua Tetap Semarak

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?