TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) berkomitmen untuk lebih meningkatkan keandalan kelistrikan di wilayah Kalimantan.
Menurut General Manager PLN UIKL Kalimantan, Daniel Eliawardhana melalui Asisstant Manager Komunikasi dan Manajemen, Lilia Oktavia, untuk meningkatkan keandalan listrik, pihaknya akan berupaya menambah lagi jaringan kelistrikan di Kalimantan.
“Fokus kami yang pertama itu peningkatakan keandalan kelistrikan, terkait bagaimana caranya untuk memperluas jaringan, sehingga satu kota tidak satu kabel saja, dengan cara melakukan looping atau membuat jalur lain, jadi kalau di wilayah tertentu ada gangguan bisa mendapatkan listrik dari wilayah lain,” ujarnya saat dijumpai teras7.com di Kantor PLN UIKL Kalimantan di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kota Banjarbaru. Selasa (21/06/2022).
Lanjutnya, saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam hanya mengalirkan listrik seputaran wilayah Pelaihari-Trisakti-Banjarmasin, sedangkan untuk seputaran wilayah Batulicin-Tanah Bumbu-Tarjun-Tanah Grogot-Kaltim masih belum terhubung.
Maka dari itu, ia mengatakan, saat ini PLN melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) juga tengah membangun jalur yang masih belum terhubung tersebut.
“Nanti ada Gardu Induk baru lagi di Tarjun, Pulau Sebuku, Sei Durian, jadi Gardu Induk dulu baru nanti dihubungkan lewat kabel jaringan listrik,” ucapnya.
Selain bakal membangun jaringan listrik baru, ia menyampaikan, saat ini pihaknya tengah membangun unit baru untuk menambah pasokan listrik PLTU Asam Asam.
“PLTU Asam Asam sekarang memiliki 4 unit, lalu kami membangun lagi unit ke 5 dan 6 sebesar 200 megawatt (MW), jadi tahun ini dibangun 1 unit, tahun depannya lagi 1 unit,” terangnya.
Disamping itu, PLN UIKL Kalimantan dikatakan Okta juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Tanah Laut sebesar 70 megawatt.
Kemudian, saat ini Okta mengungkapkan, pihaknya juga tengah menggaungkan pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang banyak tersebar di Kalimantan.
“Kami memberi modal ke masyarakat, terutama yang berada di ring satu dekat PLTU lewat program CSR (Corporate Social Responsibility). Jadi kami memberi mereka diantaranya alat membuat batako, vaping block, dan bahan baku FABA, semuanya secara gratis, karena Ini menjadi target kinerja kami juga,” ungkapnya.
Adapun sampai sekarang ini, Okta menjelaskan hampir seluruh wilayah di Kalimantan sudah memiliki pembangkit listrik yang saling menghubungkan jaringan kelistrikan.