TERAS7.COM – Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) melakukan pencabutan no urut untuk pemilihan kepala desa yang berada di Desa Pematang Timur Martapura.
Kapala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Muhammad Shadiq mengatakan pengambilan urut yang dilaksanakan untuk pemilihan calon Kepala Desa yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan Babinsa Martapura Timur, mengatakan Desa Pematang Timur akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat desa.
“satu hal yang menarik yang kita lihat di desa ini berjalannya asas demokrasi, artinya kita melihat lima calon Kepala Desa mereka menggunakan hak pilih dan dipilih,” ungkapnya (2/11/2022).
Pihaknya mendoakan mudah-mudahan dari 5 calon ini bersaing secara sportif, sehingga terpilih yang terbaik untuk Desa Pamatang Baru.
“Melihat keadaan yang sekarang Insyaallah berjalan kondusif,” ujarnya.
Ia mengatakan informasi yang didapat sementara bahwa semua calon Kepala Desa adalah warga sekitaran Pematang Baru.
Ditempat yang sama Ketua Panita, Hendry memaparkan masyarakatnya besemangat dalam memilih Kepala Desa yang akan diadakan dalam waktu dekat.
“Di sini hampir 800 warga yang memiliki suara untuk pemilihan Kepala Desa Pematang Baru,” tuturnya.
Ia menjelaskan pemilihan Kepala Desa pada 17 November 2022 yang dijadwalkan, tetapi info dari Pemda belum ada ketetapan untuk pelaksanaanya.
“Untuk panitia tidak ada kendala dalam pelaksanaan yang akan datang, berharap untuk Kepala Desa terpilih desa ini maju dari tahun sebelumnya dan memperhatikan warganya,” ungkapnya.
Calon Kepala Desa yang berda di tempat dengan no 3, Arbain mengatakan dalam melayani masyarakat tidak pandang bulu pun dalam mendengarkan aspirasi.
“Melanjutkan pembangunan yang tertundam seperti pembangunan TK Al Quran tetapi untuk bangunannya belum ada,” ungkapnya.
Ia berharap Desa Pematang Baru lebih maju,salah satunya sebagian petani tidak dapat panen karena memiliki kenda dengan hama yang susah di hilangkan dalam musim hujan ini.
Calon Kepala Desa yang lain no 1, Syaiful Arbain mengatakan Mewujudnya kesejahteraan masyarakat secara fisik, material dan spiritual serta pencapaian pendidikan masyarakat yang berkualitas dan berakhlak mulia khususnya di Desa Pematang Baru.
“Saya ingin meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memfasilitasi dan menanggulangi permasalahan pada masyarakat, membina kerukunan hidup beragama, memelihara aset dan kebudayaan desa ini,” pungkasnya.