TERAS7.COM – Panitia Khusus (Pansus) PT Baramarta DPRD Kabupaten Banjar, kembali menggelar rapat keduanya, dengan agenda pembahasan terkait legalitas perusahaan bersama eksekutif dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
“Dari eksekutif (PT Baramarta -red) tadi sudah menyerahkan dokumen-dokumen (legalitas -red), jadi tadi sudah kita bahas dan kita pelajari,” ujar Wakil Ketua Pansus PT Baramarta, Irwan Bora usai rapat pansus DPRD di Kabupaten Banjar, pada Rabu (12/07/2023).
Irwan Bora mengatakan, pekan depan pada rapat pansus ketiga, pihaknya akan mengundang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyuarakan aspirasi terkait permasalahan PT Baramata.
“Jadi apa yang menjadi pokok permasalahan selama ini, seperti yang disuarakan LSM bahwa adanya dugaan kebocoran penyetoran PAD (Pendapatan Asli Daerah -red), sehingga yang disetorkan tidak maksimal,” ungkapnya.
Hal ini menurutnya dimaksudkan agar, apa yang disuarakan para LSM di depan gedung wakil rakyat Kabupaten Banjar terkait permasalahan PT Baramarta bisa diketahui secara pasti, sehingga tidak menimbulkan fitnah.
“Kita ingin tahu kebenaran dari yang mereka suarakan, supaya tidak menjadi fitnah, sehingga nanti akan kita hadirkan teman-teman LSM. Karena tentu ada dasarnya mereka menyurakan aspirasi di depan gedung wakil rakyat,” ucapnya.
Sebagai kader dan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, yang mana sesuai amanat Ketua Umum, Prabowo Subianto, Irwan Bora komitmen akan menyelesaikan persoalan PT Baramatra, demi kemaslahatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar.
“Kami dari Fraksi Gerindra bertekad sesuai amanat bapak Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra -red), bahwa kita kader dan anggota DPRD dari Partai Gerindra harus berjuang demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, menurut Irwan Bora, tekad pihaknya dari Fraksi Gerindra untuk mengupas habis dan mengevaluasi manajemen PT Baramarta ini agar masyarakat Kabupaten Banjar merasakan dampak dari adanya BUMD penghasil Batubara tersebut.
“Karena kita tahu, Batubara ini salah satu sumber daya alam yang cukup favorit yang terkenal seantero jagat, sehingga tentu kita harus bekerja keras, agar bisa kembali seperti dulu, karena dulu pernah menyetorkan PAD sampai 100 miliar rupiah, kenapa hari ini semakin merosot,” terangnya.
Adapun kata Irwan Bora, pihaknya dari Pansus DPRD menargetkan sebelum 6 bulan kedepan, persoalan PT Baramarta tersebut bisa terselesaikan.
“Target kita sebelum 6 bulan sudah kelar, dan kita bisa memberi rekomendasi, apakah PT Baramarta ini akan tetap dipertahankan atau dievaluasi pembenahan manajemennya, seperti apa hasilnya dari rekan-rekan itu diketahui setelah rapat berikutnya,” tukasnya.