TERAS7.COM – Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah saat menghadiri acara pembukaan Latihan Kader II (LK-II) HMI Cabang Banjarbaru, yang bertempat di Aula Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru. Latihan Kader II (LK-II) HMI Cabang Banjarbaru ini di buka oleh Asisten Administrasi Umum Drs H Heriansyah MSi yang mewakili Gubernur Kalimantan Selatan. Tampak Presideum KAHMI Kota Banjarbaru H Saroha M Thohir, Ketua HMI Cabang Banjarbaru Sudirman dan undangan lainnya.
Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menyampaikan bahwa di era globalisasi telah menjadikan pertukaran barang dan jasa dengan mudah terjadi melewati batas-batas territorial negara. Globalisasi menjadikan dunia seperti global village. Dengan adanya globalisasi, negara-negara dapat dengan mudah melakukan suatu interaksi, hal tersebut menjadikan globalisasi sebagai arah baru bagi perkembangan negara-negara selanjutnya. Arti dari globalisasi itu sendiri adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Dalam perkembangan globalisasi di dunia terdapat hasil dari pengaruh tersebut, baik dari segi positif maupun negatif.
Dampak negatif yang ditimbulkan gerakan globalisasi di negara-negara berkembang dapat menyebabkan kerusakkan lingkungan akibat eksploitasi serta industrialisasi di negara berkembang. Kerusakan lingkungan yang di alami berupa: terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri, konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya. Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan, akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.
Globalisasi memang memiliki efek positif, salah satunya adalah kita mampu mendapatkan informasi dengan lebih cepat.namun juga memiliki dampaknegatif terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan hidup di indonesia khususnya di daerah kita, menjadi tantangan generasi muda untuk lebih berperan menjaga sumber daya alam agar negara ini tetap nyaman untuk ditinggali bagi generasi selanjutnya. Makadari itu sangat pentingnya sebuah nasionalisme hijau dan internasionalisme hijau, dalam artian semua warga negara memiliki semangat untuk menjaga alam di negaranya sedangkan konsep internasionalisme hijau dengan pandangan bahwa semua negara harus menjaga alam ini agar tidak rusak.
Pemuda sebagai agen perubahan diharapkan dapat berperan aktif sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial dalam segala aspek termasuk dalam hal menata dan meningkatkan mutu lingkungan. Kontrol sosial dikalangan pemuda dapat diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Pemuda merupakan generasi penerus yang kelak akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya. Bahkan harus meneruskan warisan itu kepada generasi yang akan datang. Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup ibarat tongkat estafet di mana pemuda menjadi bagian di dalamnya. Agar estafet dan amanat itu terjaga, tidak bisa tidak, pemuda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup. Politik lingkungan hidup tampaknya memang tidak bisa lepas dari tanggung jawab negara dan masyarakat.untuk itulah, sebagai sebuah organisasi mahasiswa islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diharapkan dapat menguatkan diri untuk menjadi pelopor dalam upaya peningkatan mutu lingkungan hidup yang tentunya tetap mengedepankan nilai-nilai islam guna menghadapi segala tantangan yang timbul akibat pengaruh globalisasi.
Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus mendukung segala kegiatan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan para mahasiswa dan kepemudaan khususnya di Kota Banjarbaru. HMI adalah sebuah harapan, dimana culture yang dibangun oleh HMI merupakan hal yang dapat dikonstruksikan dalam semua lini. H Darmawan Jaya berpesan, terus asah kemampuan kalian, baik itu kemampuan intelektual, kemampuan manajerial, dan terus jadikan Al Qur’an dan hadist sebagai pedoman.
Asisten Administrasi Umum Drs H Heriansyah MSi menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peranan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini. Dengan pemikiran yang cerdas, kritis dan semangat juang yang tinggi, mampu merubah wajah bangsa Indonesia menjadi negeri yang demokratis. pemikiran yang cerdas, kritis dan semangat juang yang tinggi, harus terus kita jaga dan di pelihara, terlebih dimasa sekarang, di era globalisasi. Sebuah era dimana persaingan begitu ketat dan kompetitif. Persaingan begitu ketat dn kompetitif. Pesaing tidak hanya antar sesama anak bangsa, tetapi juga bersaing dengan negara-negara lain didunia.
Menanamkan semangat juang tinggi, mental yang kuat, serta wawasan yang luas, tidak cukup hanya diberikan dibangku kuliah saja. Tetapi harus ada gerakan u8ntuk mengembangkan dan menggali potensi yang dimiliki oleh intelektual muda kita. Banyak contoh-contoh orang-orang yang sukses baik sebagai pemimpin, akademisi, politisi, pengusaha dan lainnya yang tidak terlepas dari perjuangan dan kerjakeras yang mereka lewati sejak usia muda. Drs H Heriansyah MSi berpesan kepada seluruh peserta latihan kader agar belajar, belajar dan terus belajar.
Pada kesempatan itu Drs H Heriansyah MSi didampingi Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan dan Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah saat pemukulan gong sebagai tanda di mulainya pembukaan Latihan Kader II (LK-II) HMI Cabang Banjarbaru tingkat nasional.