TERAS7.COM – Momen haru terjadi di Aula Rindam VI/Mulawarman, Kota Banjarbaru, pada Jumat (25/04/2025) saat Sapuani, orang tua Muhammad Hakim, menyerahkan mandau dan peci khas Dayak kepada Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto.
Cinderamata itu bukan sekadar simbol, melainkan ungkapan terima kasih mendalam karena sang anak bisa menjadi prajurit TNI AD tanpa dipungut biaya.
Muhammad Hakim, pemuda asal Kalimantan, lolos menjadi Tamtama TNI AD pada pendaftaran pertamanya. Ia telah menyelesaikan pendidikan dasar selama dua bulan terakhir dan akan melanjutkan ke tahap pendidikan kecabangan untuk mempersiapkan penugasan militer.
“Dulu kami hanya bisa bermimpi anak kami bisa jadi tentara. Tapi sekarang mimpi itu jadi nyata, tanpa harus mengeluarkan uang sedikit pun,” ujar Sapuani, dengan mata berkaca.
Penyerahan mandau dan peci dilakukan oleh Ketua Tokoh Adat Dayak Kulawarga Borneo, Salam. Ia menyebut cinderamata itu sebagai bentuk penghormatan atas proses rekrutmen yang jujur dan transparan.
Brigjen TNI Ari Aryanto menyambut baik simbol budaya tersebut. Ia menegaskan komitmen TNI untuk menjaga integritas dalam setiap proses seleksi.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Ini jadi pengingat bahwa TNI harus terus membuka jalan bagi anak-anak bangsa untuk mengabdi tanpa hambatan biaya,” ujarnya.
Kisah Hakim menjadi contoh bahwa keterbukaan dan keadilan dalam seleksi TNI mampu melahirkan prajurit-prajurit tangguh dari pelosok negeri dengan semangat, bukan uang.