TERAS7.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-37 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) menghadirkan Tilawah Qur’an Cabang Tuna Netra.
Selasa (23/06) pagi, digelar momen haru dan penuh inspirasi ini di Mesjid Al-Istiqamah Marabahan, Kabupaten Barito Kuala bagi para qari dan qariah istimewa.
Keterbatasan penglihatan ternyata tidak menjadi penghalang bagi para qari dan qariah tuna netra untuk mengikuti lomba kendati harus menghafal dan menunjukan kemerduan suara secara fasih.
Musabaqah Tilawatil Qur’an Cabang Tuna Netra ini hanya diikuti beberapa daerah di Kalsel di antaranya Banjarmasin, Banjar, Tapin, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Luat, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Sementara tuan rumah Batola tidak mengikutkan peserta.
Salah seorang qori, As’ad Syamsul Arifin menyatakan, dirinya terinspirasi mengikuti lomba selain sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an qallamullah juga untuk dalam upaya mewadahi para desabilitas yang mempunyai bakat di bidang Al-Qur’an.
Menyinggung lomba, menurut As’ad, sebenarnya ajang ini bukan untuk mengejar juara, namun lebih tepatnya untuk menyemarakan syiar Al-Qur’an, terlebih bagi para penyandang disabilitas keterbatasan bukan menjadi alasan untuk belajar dan memperdalam Al-Qur’an.
“Selagi masih bisa berusaha bagi kami akan berusaha sekuatnya untuk belajar Al-Qur’an,” tutur pria yang pernah menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur ini.
As’as merasa optimis untuk lomba di Batola ini menempati 3 besar, mengingat pada lomba tingkat umum yang pernah ia ikuti di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berhasil menempati peringkat II.
Terkait tantangan dalam belajar, pria berusia 24 tahun ini, mengakui relatif lebih berat dari peserta umum, mengingat disabilitas yang memiliki keterbatasan penglihatan harus menghafal ayat yang akan dilombakan secara fasih di samping harus dilantunkan secara merdu.
“Bagi saya sendiri dalam mempersiapkan lomba harus menghafal maqra terlebih dahulu, setelah hafal baru menyesuaikan dengan lagunya,” ucap pria yang kesehariannya juga mengajar Al-Qur’an.
As’ad bersyukur dalam mempersiapkan diri sebagai peserta MTQ ke-37 tingkat Provinsi Kalsel di Batola mendapat fasilitasi dan pembinaan dari daerah.
Terkait pembelajaran Al-Qur’an, khususnya terhadap peserta tilawah tuna netra, As’ad berharap, hendaknya lebih dimaksimalkan melalui penggalian bakat-bakat.
Musabaqah Tilawatil Qur’an Cabang Tuna Netra di Batola ini berlangsung selama 1 hari dengan peserta 15 peserta yang terdiri dari qari 7 orang dan qariah 8 orang. (JR)