Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: BPBD Banjarbaru Catat 19 Kejadian Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 29,2 Hektare
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

BPBD Banjarbaru Catat 19 Kejadian Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 29,2 Hektare

Tim Redaksi
Tim Redaksi 6 Juli 2026, 20.37
Share
IMG 20260706 WA0171
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie usai Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Gedung Idham Chalid. (Foto: Akbar)
SHARE

TERAS7.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 19 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terbakar mencapai 29,2 hektare.

Meski demikian, status siaga darurat karhutla di Kota Banjarbaru hingga kini masih belum ditetapkan dan masih menunggu hasil evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Zaini, penetapan status siaga darurat akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saat ini Kota Banjarbaru masih belum menetapkan status siaga darurat karhutla. Penetapan status nantinya akan melihat perkembangan kondisi di lapangan dan dilakukan bersama Bapak Gubernur dengan mempertimbangkan keterangan dari BMKG,” ujarnya.

Baca juga :

Meriah! Ribuan Santri dari 19 Ponpes Ikuti Kirab Hari Santri Nasional di Kabupaten Banjar

Audit Kedua LPKRA, Pemkab Tanah Bumbu Evaluasi Perlindungan Anak

Bupati Tanah Bumbu Ajak Santri Giat Belajar dan Tebarkan Kebaikan

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Banjarbaru, hingga saat ini terdeteksi tiga titik panas (hotspot).

Sementara jumlah kejadian karhutla yang telah terjadi mencapai 19 kasus dengan luas lahan terdampak sekitar 29,2 hektare.

Dalam upaya pencegahan, BPBD Banjarbaru memfokuskan pengawasan di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, seperti kawasan hutan di sekitar Bandara Syamsudin Noor, Kecamatan Cempaka, Kecamatan Landasan Ulin, dan Kecamatan Liang Anggang yang didominasi lahan gambut.

“Fokus kita ada di daerah hutan sekitar bandara, Kecamatan Cempaka, Kecamatan Landasan Ulin, dan Kecamatan Liang Anggang karena banyak lahan gambutnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, hampir setiap hari teman-teman memonitor kondisi air yang sudah mulai surut,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Zaini mengungkapkan sebagian besar kasus masih sulit dipastikan karena petugas tidak menemukan pelaku saat kejadian berlangsung.

Namun, BPBD mencatat sedikitnya dua kejadian kebakaran di kawasan sekitar bandara yang dipastikan dipicu oleh aktivitas manusia.

Karena itu, BPBD Kota Banjarbaru terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko terjadinya karhutla, terutama saat memasuki puncak musim kemarau.

Selain melakukan sosialisasi, BPBD juga terus memantau kondisi wilayah rawan dan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
BJB05940 1536x1156 1 e1791531180748
Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona
9 Oktober 2026, 15.34
2026 10 05 19 14 37 M. Irfan Fajrianur a€“ Praktisi Perlindungan Konsumen
Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia
5 Oktober 2026, 19.15
IMG 20261016 WA0041
Empat Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Teridentifikasi, Ini Identitasnya
16 Oktober 2026, 16.42
IMG 20261006 101321
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
6 Oktober 2026, 10.15

You Might Also Like

Meriah! Ribuan Santri dari 19 Ponpes Ikuti Kirab Hari Santri Nasional di Kabupaten Banjar

Audit Kedua LPKRA, Pemkab Tanah Bumbu Evaluasi Perlindungan Anak

Bupati Tanah Bumbu Ajak Santri Giat Belajar dan Tebarkan Kebaikan

Hari Santri 2026 Jadi Momentum Perkuat Nilai Religius dan Nasionalisme di Tanah Bumbu

Bupati Tanah Bumbu Dorong Sinergi Kampus dan Industri Perkuat Pendidikan Vokasi

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?