TERAS7.COM – Ratusan tim relawan pemadam kebakaran dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan berkumpul dalam ajang Buser Cup 690 yang digelar di SDN Indrasari 2 Bincau, Kabupaten Banjar, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mengukur kemampuan sekaligus memperkuat hubungan antarrelawan.
Sebanyak sekitar 128 tim turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, dengan kehadiran relawan dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, termasuk peserta dari Kabupaten Tabalong.
Pembukaan kegiatan dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, yang hadir mewakili Bupati Banjar.
Dalam sambutannya, Ikhwansyah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kapasitas relawan pemadam kebakaran.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia relawan BPK di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat serta kemampuan relawan pemadam kebakaran yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Buser 690 Kabupaten Banjar, Hasan Hamdan, mengatakan Buser Cup 690 tahun ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di bawah kepengurusan baru Buser 690.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme relawan pemadam kebakaran se-Kalimantan Selatan terhadap kegiatan tersebut.
Selain memperebutkan gelar juara, panitia juga menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dengan total Rp30 juta dan satu unit mesin pemadam merek Motoyama senilai sekitar Rp25 juta.
Hasan menambahkan, tujuan utama pelaksanaan Buser Cup 690 bukan hanya perlombaan, melainkan juga mempererat silaturahmi antaranggota BPK se-Kalimantan Selatan serta meningkatkan kekompakan dan kemampuan teknis relawan di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan para relawan dapat saling bertukar pengalaman, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi musibah kebakaran maupun kondisi kedaruratan lainnya.