TERAS7.COM – Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, Amd.Keb., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi Cahaya Baru.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis pertanian yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah merancang kawasan transmigrasi Cahaya Baru di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, sebagai Transpolitan—konsep pembangunan terintegrasi berbasis industri pertanian. Dengan luas mencapai 61.147,70 hektare, kawasan ini memiliki sektor pertanian unggulan, seperti jeruk, padi, dan jamur tiram.
Ke depan, pemerintah menargetkan kawasan ini berkembang menjadi pusat industri berbasis pertanian yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, M.Si, dalam rapat kerja di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, mengapresiasi perkembangan pesat di kawasan ini.
Ia menyoroti bahwa dari 48 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, tidak ada satu pun yang berstatus tertinggal atau sangat tertinggal. Saat ini, 6 desa telah berstatus mandiri, 35 desa maju, dan 7 desa berkembang.
“Saya merasa bangga dengan kemajuan di kawasan transmigrasi Cahaya Baru. Dengan pembangunan yang terintegrasi bersama kementerian lain, proses pembangunan bisa berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Viva Yoga Mauladi.
Rapat kerja ini dihadiri sejumlah pejabat dari Kabupaten Barito Kuala, di antaranya Dr H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H. (Bupati Barito Kuala terpilih), serta anggota Komisi 2 DPRD Batola seperti M. Agung Purnomo, S.Psi., Hasimudin, Sri Wahyuningsih, S.H., Hj. Rini Dewi Kencana, S.Pd., Basuni Bahdi, dan Sayyid Muhammad Anies. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kawasan transmigrasi modern yang berdaya saing.
Dengan kolaborasi yang kuat dan perencanaan yang matang, Cahaya Baru diharapkan terus berkembang sebagai model kawasan transmigrasi yang tidak hanya mandiri tetapi juga mampu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.