TERAS7.COM – Melonjaknya kasus Covid-19 yang terjadi beberapa waktu yang lalu membuat banyak produk yang di klaim menyembuhkan Covid-19 laris di pasaran.
Selain produk susu dan vitamin C, berbagai produk berbasis herbal pun laku keras, satu diantaranya adalah daun pohon Sungkai.
Berdasarkan dari narasi yang beredar di media sosial, daun sungkai dianggap dapat digunakan untuk menangkal Covid-19, caranya dengan mengonsumsi rebusan daun sungkai.
Tak ayal, daun Sungkai pun cukup banyak dijual secara online di beberapa marketplace besar di Indonesia.
Lalu benarkah daun Sungkai yang menjadi bahan obat tradisional di beberapa suku ini bisa menangkal, bahkan menyembuhkan Covid-19?
Dokter umum di salah satu rumah sakit di Banjarbaru, dr. Yusdani kepada Teras7.com saat dihubungi via Whatsapp pada Jumat (20/8/2021) mengatakan hal tersebut belum terbukti.

“Berdasarkan jurnalnya, daun Sungai ini ‘berpotensi’ sebagai imunomodulator atau peningkat imun. Nah kata ‘berpotensi’ ini yang salah paham, karena ‘berpotensi’ tidak sama dengan efektif,” bebernya.
Yusdani menegaskan hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19, karena kesembuhan pasien Covid-19 tergantung pada imun si pasien sendiri.
“Nah obat-obatan yang dipakai itu ya obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan imun dan obat-obatan yang mengurangi gejala, termasuk juga oksigen,” terangnya.
Ia berharap masyarakat bisa menyaring informasi terkait hal ini, khususnya tentang khasiat daun Sungkai yang diklaim mampu menangkal Covid-19, namun tidak terbukti secara ilmiah.
“Canggihnya teknologi jangan smpai para penggunanya mudah menerima segala hal informasi, salah satunya hoax yabg beredar mengenai pengobatan Covid-19. Netizen sebaiknya perlu mempertimbangkan aspek keilmiahan dari berita obat Covid-19. Apakah dibuat secara ilmiah atau tidak, yakni berdasarkan penelitian dan percobaan dengan kaedah ilmiah,” jelasnya.
Hal yang penting yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah untuk bertanya pada orang-orang yang ahli di bidangnya, misalnya bertanya kepada dokter untuk masalah kesehatan.
“Jangan lupa bertanya pada yang ahlinya sesuai bidangnya. Karena skarang banyak orang-orang yang terjebak pada klaim yang berlebihan dari orang yang tidak kompeten,” ucap dr. Yusdani.
Dikutip dari berbagai sumber, Pohon Sungkai sendiri adalah tanaman asli di Pulau Kalimantan yang dapat ditemukan di daerah Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat.

Memiliki nama ilmiah Peronema canescens Jack, tanaman itu merupakan jenis kayu-kayuan yang bisa mencapai tinggi 20-30 meter, dengan diameter batang mencapai 60 cm atau lebih.
Daun muda tanaman ini sering digunakan sebagai obat saat anak-anak demam dan sakit kepala serta sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit seperti panu.
Sementara rebusan daun muda sungkai juga dipercaya berkhasiat untuk memperlancar haid pada perempuan dan membantu tingkat kesuburan rahim wanita.
Tumbuhan ini oleh suku Dayak di Kalimantan sampai saat ini masih kerap digunakan untuk pengobatan maupun perawatan kesehatan, dimana daun muda sungkai digunakan sebagai obat pilek, demam dan cacingan.
Terkadang daun muda tumbuhan ini juga dijadikan untuk memandikan wanita selepas bersalin, selain juga digunakan untuk obat kumur pencegah sakit gigi.
Di wilayah Sumatra Selatan dan Lampung, daun sungkai biasanya digunakan sebagai antiplasmodium dan obat demam.
Sedangkan Suku Serawai Bengkulu biasanya menggunakan daun sungkai untuk obat memar, sementara suku Lembak Bengkulu menggunakan daun muda sungkai untuk penurun panas, malaria, dan menjaga kesehatan.