TERAS7.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Public Communication Summit 2026 dengan tema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital”.
Kegiatan ini diikuti Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, pejabat lingkup Pemprov Kalsel, serta pimpinan media massa di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Rabu (03/06/2026).
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional, yakni Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Mohammad Qodari, CEO Tribun Network Dahlan Dahi, Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI Ani Natalia Pinem, serta praktisi dan influencer media sosial Jojo S. Nugroho.
Kegiatan ini digelar sebagai forum strategis untuk memperkuat pemahaman, koordinasi, dan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam penyelenggaraan komunikasi publik yang terintegrasi.
Selain itu, Public Communication Summit 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pengelolaan isu dan reputasi melalui penerapan narasi tunggal, sehingga seluruh OPD memiliki acuan yang sama dalam menyampaikan informasi kepada publik secara konsisten, selaras, dan kredibel.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan pemerintah.
“Kepercayaan publik adalah instrumen penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, potensi isu harus dikelola sejak dini, bukan ditunggu sampai menjadi krisis,” ujarnya.
Menurut Subhan, berbagai potensi isu yang muncul di berbagai sektor harus segera diantisipasi melalui langkah-langkah strategis yang terukur dan sistematis agar tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap reputasi pemerintah.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, H. Muhammad Muslim, mengatakan para narasumber memberikan banyak strategi terkait pengelolaan komunikasi publik, khususnya dalam merespons berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Intinya para narasumber tadi memberikan banyak kiat-kiat strategi ke kita untuk menyampaikan komunikasi. Yang paling penting juga adalah kita harus membuat respons yang positif terhadap apa pun yang disampaikan ke pemerintah,” katanya.
Menurut Muslim, tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan aparatur pemerintah dalam memahami strategi komunikasi yang efektif di tengah derasnya arus informasi digital.
“Saya kira dengan para narasumber yang luar biasa, semua peserta tidak beranjak dari tempatnya. Ini menunjukkan mereka haus terhadap bagaimana mengomunikasikan sebuah isu dan menanggapi isu tadi dengan cara-cara yang lebih positif,” ujarnya.
Ia berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas komunikasi publik pemerintah, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami berharap hasil ini dapat meningkatkan akselerasi agar satu narasi dapat kita sampaikan kepada masyarakat dengan data-data yang akurat. Menyikapinya juga dengan santun sehingga kepercayaan publik semakin baik,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kalsel berharap terbangun kesamaan persepsi serta komitmen bersama dalam mengelola komunikasi publik yang adaptif terhadap dinamika media massa dan media sosial, guna mendukung penguatan reputasi institusi di era digital.