Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ditengah Pandemi Covid-19, Bisnis Florikultura Di Kabupaten Banjar “Tertekan”
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ditengah Pandemi Covid-19, Bisnis Florikultura Di Kabupaten Banjar “Tertekan”

Rizki Saputera
Rizki Saputera 2 April 2020, 09.21
Share
IMG 20200401 WA0198
SHARE

TERAS7.COM – Kabupaten Banjar merupakan salah satu sentra pengembangan Florikultura di Indonesia bahkan satu-satunya di Provinsi Kalimantan Selatan, tersebar di 2 Kecamatan yaitu Martapura (Desa Labuan Tabu, Desa Bincau) dan Karang Intan (Desa Jingah Habang Ilir, Desa Jingah Habang Ulu, Pandak Daun).

Namun pada saat munculnya Pandemi Covid-19 selama 2 pekan terakhir, kalangan petani bunga di Sentra Pengembangan Florikultura Mawar dan Melati di Kabupaten Banjar mengeluhkan anjloknya harga bunga melati dan mawar, pasca Pemerintah mengumumkan ada warga yang positif terkena Covid-19

Salah satu Petani bunga di Desa Jingah Habang Ilir Kecamatan Karang Intan, Ana pada Rabu (1/4) mengatakan ini merupakan kali pertama dalam sejarah selama 20 tahun menjadi petani bunga harga bunga mawar dan melati turun drastis bahkan tidak laku.

“Situasinya tidak seperti hari-hari biasanya sebelum ada wabah corona. Biasanya setiap hari kami selalu panen bunga melati dan mawar, sekarang panen tidak menentu bahkan tidak panen sama sekali, karena saat ini tidak adanya orang melaksanakan pernikahan, acara adat dan keagaman karena ada larangan untuk melaksanakan acara yang mengundang orang banyak untuk memutus rantai penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Ana mengatakan sebelum ada info corona di Kalimantan Selatan, omset penjualannya sehari mencapai Rp 300.000, namun sekarang menurun menjadi Rp 50.000 itupun kalau ada yang membeli.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Harga bunga mawar per tangkai yang biasanya Rp. 200 sampai denga Rp. 300 sekarang hanya Rp. 50 sama halnya dengan harga bunga Melati yang biasanya mencapai Rp. 3.000 sampai dengan Rp. 5.000/gelas bahkan pada hari tertentu sampai harga Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 15.000/gelas sekarang turun menjadi Rp. 500/gelas.

“Ini sangat memprihatinkan bagi kami para petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan bunga,” ucapnya.

DCIM2938
Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar M. Fachri

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry nengatakan pandemi Covid 19 ini berpengaruh signifikan terhadap serapan Bunga Mawar, Melati dan Kenanga, karena adanya larangan untuk berkumpul, berziarah, dan dilarang orang untuk mengadakan acara adat, acara kawinan, dan acara keagaman untuk sementara di larangan.

“Kondisi seperti ini mungkin pertama kali dirasakan oleh petani yang sepi pembeli dan bahkan tidak laku sama sekali. Untuk mengatasi kondisi seperti ini kami Dinas TPH Kabupaten Banjar melalui petugas teknis menyampaikan saran agar dilakukan pemeliharaan seperti pemangkasaan pada saat harga anjlok untuk mengurangi biaya pemeliharaan lainnya, sehingga diharapkan setelah wadah covid 19 ini berhenti petani bisa panen dari tanaman yang sudah dipangkasnya tadi,” ungkapnya.

Selain itu petani bunga juga dianjurkan untuk melakukan kegiatan pasca panen seperti membuat air mawar, teh mawar, massage oil melati dan massage oil mawar seperti yang pernah dilakukan pelatihan sebelumnya agar para petani bunga tetap memiliki penghasilan pada saat harga drastis turun pada saat ini.

“Kami juga mendapatkan keluhan pedagang bunga yang menjual rangkaian bunga seperti kembang barenteng dan kembang sarai serta bunga tabur di Pasar Martapura bahwa omset pendapat yang menurun karena dagangan sepi pembeli bahkan tidak laku. Semoga wabah covid 19 ini cepat berlalu sehingga perekonomian masyarakat khususnya para petani dan pedagang kecil bisa kembali bangkit,” harapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?