Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana

Teras 7 Official
Teras 7 Official 13 April 2021, 20.54
Share
WhatsApp Image 2021 04 13 at 09.45.58
SHARE

TERAS7.COM – Waingapu, 12 April 2021 – Curah hujan tinggi dan badai siklon Seroja pada 6 April 2021, memporakporandakan Sumba Timur. Sepekan kemudian, layanan listrik dan telekomunikasi di beberapa wilayah masih lumpuh. Sebagian warga pun masih tinggal di pengungsian, pasalnya kediaman mereka hancur diterjang banjir. Bupati Propinsi Nusa Tenggara Timur, Khristofel A. Praing menetapkan wilayahnya dalam status darurat bencana alam hingga 15 April 2021.

WhatsApp Image 2021 04 13 at 09.46.00

Dalam kondisi bencana alam, anak-anak dan orang tua merupakan kelompok paling rentan. World Risk Report (2018) menyatakan bahwa anak-anak merupakan populasi yang mengalami dampak terburuk dari terjadinya bencana, terutama di negara-negara berkembang. PBB mengestimasi sekitar 100 juta anak di seluruh dunia menjadi korban bencana setiap tahun.

Penelitian WHO (World Health Organization) mengungkap dampak psikologis yang menimpa penyintas bencana diantaranya rasa kehilangan, berduka, marah, takut dan merasa bersalah. Bahkan sebagian korban merasakan reaksi gangguan psikologis berat berupa gangguan stres pasca trauma, depresi, pikiran bunuh diri dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Universitas Pertamina, Pertamina Foundation, Hope Indonesia dan Yayasan Dian Sastrowardoyo bergabung dalam ekspedisi Seroja. Menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan badai. Termasuk kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas bencana,” tutur Roby Hervindo, Sekretaris Universitas Pertamina di Waingapu, Sumba Timur, Minggu (11/04).

Sebanyak sekitar 120 anak-anak usia 5 hingga 12 tahun mengikuti aktivitas trauma healing di Kampung Ranu, Kelurahan Mauliru, Waingapu. Kampung Ranu berlokasi di hilir sungai, sehingga menderita kerusakan yang cukup hebat. Banyak rumah warga rusak, perkebunan dan ternak mereka musnah diterjang banjir.

Baca juga :

Mendekati Haul Hingga Nataru, DPRD Kalsel Desak Pertamina Atasi Kelangkaan BBM

Komisi III DPRD Kalsel Sidak Pertamina, Tegaskan Pentingnya Jaminan Kualitas Pertalite

Pertamax Langka di Banjarbaru, Dewan Minta Pertamina Jangan Diam: Jelaskan ke Publik!

WhatsApp Image 2021 04 13 at 09.46.01

Kegiatan dukungan psikososial kelompok ini, lanjut Roby, bertujuan mempercepat pemulihan dan menurunkan resiko anak mengalami permasalahan yang lebih berat di masa yang akan datang. Tujuan lain dari dukungan psikososial adalah meningkatkan resiliensi masing-masing anak untuk dapat menghadapi situasi bencana saat ini dan masa depan.

Rambu Esti Praing, relawan bencana dari Sanggar Katalaha Hamolingu dan Gereja Kristen Sumba (GKS) Sumamapu, menceritakan kondisi anak-anak penyintas. “Pasca bencana banjir dan badai, anak-anak merasa ketakutan dan selalu cemas. Mereka kebanyakan di rumah, selalu berdekatan dengan orang tuanya. Antisipasi jika terjadi bencana lagi maka mereka lebih siap mengungsi,” ujar Rambu.

WhatsApp Image 2021 04 13 at 09.46.02

Tim ekspedisi Seroja dan relawan, mengajak anak-anak berkegiatan seni dan permainan. Anak-anak diajak beraktivitas dalam kegiatan-kegiatan motorik kasar seperti bermain bola, bernyanyi dengan alat musik, dan permainan kelompok serta individu. Kepada anak-anak juga dibagikan paket-paket makanan kecil.

Maikal, usia 8 tahun, salah seorang anak Kampung Ranu, merasa senang dengan kegiatan yang dilaksanakan. Ia bersama teman-temannya ceria dan antusias mengikuti beragam permainan. Orang tua anak-anak pun, aktif mendampingi anak-anak dalam trauma healing.

“Sebelum paskah, anak-anak sering bermain bersama. Tapi sejak bencana, mereka hanya di rumah saja karena takut. Sehingga ketika ada kakak-kakak relawan dari Pertamina datang, anak-anak senang bisa berkumpul dan bermain bersama,” kata Rambu.

Pihaknya berencana akan melanjutkan kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas lain. Terdapat sekitar 30 pemuda-pemudi di posko relawan, yang aktif membantu penggalangan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Disamping melakukan trauma healing, ekspedisi Seroja juga menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan bagi warga terdampak bencana.*

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Mendekati Haul Hingga Nataru, DPRD Kalsel Desak Pertamina Atasi Kelangkaan BBM

Komisi III DPRD Kalsel Sidak Pertamina, Tegaskan Pentingnya Jaminan Kualitas Pertalite

Pertamax Langka di Banjarbaru, Dewan Minta Pertamina Jangan Diam: Jelaskan ke Publik!

Bupati Tabalong Koordinasi dengan Pertamina, Upayakan Bandara Warukin Aktif Kembali

Harga BBM di Kalsel 1 Oktober 2024, Pertamax Cs Kompak Turun Hingga Rp 1.000 Per Liter!

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?