TERAS7.COM – Senin lalu (2/9) telah dilaksanakan penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2019 Pemerintah Kota Banjarbaru oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani. Dan pada hari Rabu ini (4/9) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru kembali menggelar Rapat Paripurna.
Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Wartono dan dihadiri oleh Wakil Walikota Banjarbaru, H. Darmawan Jaya Setiawan, Kepala SKPD serta undangan lainnya bertempat di Ruang Graha Paripurna Lt. 3 Gedung DPRD Kota Banjarbaru.
Adapun agenda yang dibahas adalah Pandangan Umum Fraksi terhadap RAPBD Perubahan Tahun 2019 sekaligus jawaban Walikota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi.
Dalam rapat paripurna tersebut, fraksi partai Golkar, fraksi partai PDI Perjuangan, fraksi Gerinda Sejahtera, fraksi PPP, fraksi Perubahan, fraksi PKB, dan fraksi Demokrat menyampaikan pandangan umum fraksinya masing-masing secara bergiliran. Kemudian setelah itu, Walikota Banjarbaru yang diwakili oleh Wakil Walikota Banjarbaru, H. Darmawan Jaya Setiawan memberikan jawaban terhadap pandangan umum tiap fraksi.
Seusai mengikuti Rapat Paripurna, Wakil Walikota Banjarbaru, H. Darmawan Jaya Setiawan menyampaikan, bahwa pandangan umum fraksi-fraksi secara umum positif menanggapi RAPBD Perubahan Tahun 2019.
Ada beberapa hal yang dianggap penting, kata Jaya, berkaitan dengan RAPBD tahun 2019. Pertama DPRD Kota Banjarbaru memberikan apresiasi terhadap kenaikan PAD.
“Kemudian kami juga sepakat terhadap saran-saran fraksi di DPRD karena RAPBD Perubahan ini waktunya relatif singkat (3 bulan) maka akan kita alokasikan untuk kegiatan-kegiatan dalam skala prioritas dan urgen. Dan menghindari anggaran-anggaran untuk pembangunan infrastruktur karena waktunya 3 bulan, kalau dilaksanakan pembangunan infrastruktur khawatir tidak selesai dan menyebabkan silva,” kata Jaya.
Selanjutnya, Jaya menyampaikan bahwa tahun ini juga menyiapkan anggaran penyediaan lahan untuk pembangunan SMA di Landasan Ulin sekitar 2 hektar.