TERAS7.COM – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banjarmasin menginfokan bahwa telah terjadi bencana alam gempa bumi disertai pencairan tanah atau likuifaksi di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala.
Kepala Basarnas Banjarmasin, Al Amrad melalui Kasubsi Operasi dan Kesiapsiagaan, Wasino langsung memberangkatkan 22 personel rescuer ke Marabahan untuk melaksanakan operasi SAR bencana alam gempa bumi disertai likuifaksi tersebut.

Dari informasi di lapangan, melalui Koordinator Lapangan sekaligus rescuer Basarnas Banjarmasin, Deny Arizal mengatakan bahwa ada sekitar 9 orang korban yang terjebak dan perlu di evakuasi oleh tim rescue Basarnas Banjarmasin.
Dalam operasi SAR Tersebut Tim SAR Gabungan menggunakan teknik highline untuk mengevakuasi korban terjebak akibat gempa bumi.
“Pada Rabu (30/03/2022) lalu, Pukul 21.30 WITA Tim Rescue Basarnas Banjarmasin berhasil mengevakuasi satu korban dan dilanjut pukul 23.45 Wita Tim kembali berhasil mengevakuasi korban kedua,” ujar koordinator lapangan Deny Rizal.
Akhirnya, pada Kamis (31/03/2022) sekitar pukul 09.15 WITA, Tim rescue Basarnas Banjarmasin berhasil mengevakuasi semua korban yang terjebak akibat gempa bumi.
Keseluruhan informasi kejadian diatas merupakan rangkaian simulasi Operasi SAR Bencana Alam Gempa Bumi disertai Likuifaksi oleh Basarnas Banjarmasin.
Simulasi ini dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel Basarnas Banjarmasin Banjarmasin apabila dihadapkan dengan operasi SAR sesungguhnya.
Kegiatan ini berlangsung 3 hari, dari tanggal 29 Maret sampai dengan 31 Maret 2022, dan untuk simulasi diadakan di hari kedua dengan kasus yang di rahasiakan oleh panitia penyelenggara.
“Saya mau latihan atau simulasi kali ini di rancang mendekati dengan kondisi operasi SAR sesungguhnya” ungkap Al Amrad, Kepala Basarnas Banjarmasin. Jumat (01/04/2022).
Menurut Al Amrad, kegiatan simulasi ini sangatlah penting, mengingat pelaksanaan penyelamatan harus aman dan terpadu secara komprehensif, demi menunjang operasi pencarian dan pertolongan korban.
“Pelaksanaan penyelamatan harus aman dan terpadu komprehensif demi menunjang operasi pencarian dan pertolongan, semoga dengan Latihan dan simulasi kali ini bisa meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan rescuer yang ada di Kantor Basarnas Banjarmasin,” ungkap Al Amrad dihadapan para personil rescuer Basarnas Banjarmasin.
Sebagaimana diketahui, demi melancarkan kegiatan simulasi ini, Basarnas Banjarmasin didukung oleh potensi SAR Rescue 911. Dimana, ada yang berperan sebagai korban, dan ada juga yang berperan sebagai supir ambulance.
Kemudian, Kasubsi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Banjarmasin, Wasino mengatakan, selain simulasi gempa bumi ini, pihaknya juga akan melaksanakan simulasi lagi di tahun ini.
”Tahun ini kami juga akan melaksanakan dua Latihan satuan kembali, dengan simulasi di medan gunung, hutan serta perairan,” beber Wasino.
Sementara itu, Rescuer Basarnas Banjarmasin Rangga Perana menilai simulasi ini sangat bagus, karena kasusnya menyerupai asli, sehingga jika sewaktu-waktu mendapati kejadian serupa pihaknya selaku rescuer sudah siap.
“Ini simulasi yang sangat bagus dengan kasus yang hampir menyerupai dengan kondisi operasi SAR sesungguhnya, kami dibuat berfikir bagaimana cara mengevakuasi korban di medan ketinggian dengan minim pencahayaan, dengan logistik seadanya, dengan rintangan medan yang dibuat membahayakan, korban yang jumlahnya cukup banyak, dan dikejar oleh waktu, semoga dengan adanya kasus simulasi seperti ini bisa menjadi gambaran kita apabila di hadapkan dengan kondisi operasi SAR yang sesungguhnya,” terang Rangga.
Acara ini ditutup oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, dalam upacara penutupan yang dihadiri oleh seluruh pejabat sturktural, pelaku simulasi, dan panitia penyelenggara kegiatan.