Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Guru Khalil Panen Ikan Lele Di Ponpes Darussalam
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Guru Khalil Panen Ikan Lele Di Ponpes Darussalam

Rizki Saputera
Rizki Saputera 10 Oktober 2019, 00.37
Share
WhatsApp Image 2019 10 10 at 05.40.58
SHARE

TERAS7.COM – Bupati Banjar, H. Khalillurrahman yang akrab disapa Guru Khalil melakukan panen ikan lele di Unit Percontohan Budidaya Ikan Lele di Ponpes Darussalam Takhasus, Desa Tanjung Rema Martapura pada Rabu (9/10).

Unit Percontohan yang berada di Ponpes Darussalam Takhasus ini menerapkan teknologi micro bubble dalam pembudidayaannya dan berada dibawah binaan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar.

Kurang lebih terdapat 20 kolam budiaya berdiameter 2 meter untuk ikan lele, lengkap dengan satu blower dan saluran pipa untuk mengoksidasi kandungan air di dalam kolam.

Teknologi micro bubble yang diterapkan dalam budidaya ini juga memberikan banyak keuntungan, diantaranya membuat waktu panen ikan yang biasanya 5-6 bulan bisa dipersingkat hanya menjadi 2 bulan saja dan ukuran ikan seragam sesuai dengan keinginan pasar.

WhatsApp Image 2019 10 10 at 05.41.00
Ikan lele hasil Unit Percontohan di Ponpes Darussalam siap di panen

Setelah beberapa bulan dikelola oleh pengurus dan para santri Ponpes Darussalam Takhasus, ikan lele yang dibudidayakan di Unit Percontohan ini akhirnya dapat dipanen oleh para santri.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dengan biaya pengadaan seluruhnya hanya 50 juta rupiah, Unit Percontohan yang dibiayai oleh Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan dapat menghasilkan ikan lele kurang lebih 100 Kg tiap bulan.

Guru Khalil mengungkapkan budidaya ikan dengan teknologi micro bubble ini sangat ramah lingkungan dan dapat dilakukan di pekarangan rumah dan hemat air.

WhatsApp Image 2019 10 10 at 05.40.56
Bupati Banjar, H. Khalillurrahman dan Kadiskan, Riza Dauly

“Selain itu teknologi ini dapat menekan kebutuhan pakan ikan sampai 50%. Saya berharap dengan adanya Unit Percontohan ini dapat memberikan edukasi bagi para santri dan masyarakat umumnya agar bisa mandiri dan nanti bisa turut membudidayakan ikan di kampung masing-masing” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan, Maman Hermawan, kehadiran Unit Percontohan di Pesantren ini tujuan utamanya sebagai wahana edukasi kewirausahaan bidang perikanan.

“Kami ingin melahirkan usahawan perikanan yang terampil dari kalangan santri, selain mereka terlatih dan terdidik, juga memiliki akhlak yang baik sehingga dapat membangun bisnis yang syar’i dan terus berkelanjutan. Dari sekian ribu santri, kalau 10% saja dari mereka ketika telah menyelesaikan pendidikannya dan pulang kampung lalu berbisnis dibidang ini, dapat dipastikan kita akan swasembada ikan,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2019 10 10 at 05.40.59
Sekretaris Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan, Maman Hermawan

Selain itu, pemenuhan nutrisi bagi kalangan santri yang sedang mondok pun menjadi alasan dipilihnya pesantren sebagai pilot project di Kabupaten Banjar.

“Ada cerita lama bahwa di lingkungan pesanten mengkonsumsi makanan yang sedikit nutrisinya. Kita ingin para santri kita punya gizi dan nutrisi yang baik, salah satunya melalui gerakan makan ikan sebagai salah satu sumber nutrisi yang murah dan melimpah. Dengan nutrisi yang baik para santri kita akan memiliki pertumbuhan otak yang baik dan menghindari stunting,” terang Maman Hermawan.

Panen ikan lele perdana ini diharapkan dapat memberikan contoh bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan dengan teknologi microbubble ini.

“Kalau masyarakat ingin membudidayakan ikan dengan teknologi ini, kami siap memberikan bantuan penyuluh dari Jakarta. Kalau perlu benih bisa mendapatkanya ke Balai Benih, termasuk untuk pendampingan dan pelatihan sudah kami siapkan tempatnya.  Kami berharap unit percontohan ini dapat melahirkan inovasi ke depan, terutama kalangan santri,” kata Maman Hermawan.

WhatsApp Image 2019 10 10 at 05.41.09
Kurang lebih terdapat 20 kolam budiaya berdiameter 2 meter untuk ikan lele

Kepala Diskan Kabupaten Banjar, Riza Dauly menambahkan hingga saat ini ada pihaknya telah mengembangkan teknologi micro buble ini di 2 unit percontohan.

“Untuk pembenihan, kita punya Unit Percontohannya di Cindai Alus, sedangkan untuk budidaya pembesarannya ada di Ponpes Darussalam ini. Jadi ini yang pertama untuk budidaya ikan di Kabupaten Banjar dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan dengan teknologi ini,” jelasnya.

Hasil panen dari Unit Percontohan yang dikelola Ponpes Darussalam Takhasus ini lanjut Kadiskan diprioritaskan untuk kepentingan internal pesantren, terutama untuk dikonsumsi oleh para santri.

“Ke depan jika pilot project ini berhasil dan bisa mencukupi nutrisi para santri, tak menutup kemungkinan akan kita kembangkan ke pesantren lain. Kita akan siapkan bimbingan teknis dan pelatihan serta kami fasilitasi untuk sarana dan prasarananya. Kebijakan ini meneruskan kebijakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memberikan bantuan untuk pengembangan perikanan di koperasi, lembaga pendidikan, pesantren dan badan hukum,” ungkap Riza Dauly.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
6 Reviews 6 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?