TERAS7.COM – Bupati Banjar, H. Khalillurrahman resmikan Rymah Karantina Pasien Covid-19 Kabupaten Banjar di Guest House Sultan Sulaiman Martapura pada Senin (20/7).
Sebelumnya Guest House Sultan Sulaiman telah digunakan menjadi tempat karantina pasien yang menunggu hasil Swab Test, akan tetapi kali ini digunakan sebagai karantina pasien positif terpapar Covid-19.
Rumah karantina Covid-19 Kabupaten Banjar ini dibuka berdasarkan surat penetapan No.199.45/338/kum2020 yang merupakan perpanjangan status tanggap darurat non alam Covid-19 di Kabupaten Banjar dan pelaksanaan Karantina khusus pasien Covid-19.

Peresmian rumah karantina ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kabupaten Banjar M. Rofiqi, Sekretaris Kabupaten Banjar HM. Hilman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr Diauddin serta pejabat lingkup Pemkab Banjar.
Bupati Banjar yang akrab disapa Guru Khalil ini mengatakan rumah karantina ini berfungsi untuk menghindari penularan Covid-19 pada orang lain dan memantau keadaan kesehatan pasien sehingga tetap sehat sampai pasien bersangkutan dinyatakan sembuh.
“Semoga dengan diresmikannya rumah karantina ini dapat memberikan kenyamanan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin mengatakan untuk rumah karantina ini, pihaknya telah mempersiapkan semuanya mulai dari dokter perawat hingga tenaga analis untuk swap test dan rumah karantina ini dikhususkan kepada masyarakat Kabupaten Banjar.
“Ditempat ini kami menyediakan 15 ruangan dengan daya tampung 30 pasien dan didampingi oleh petugas medis yang terdiri dari 2 orang dokter konsultan, 2 orang dokter umum, 2 dokter spesialis penyakit dalam dan 10 orang perawat yang merupakan relawan Covid-19 serta dari keamanan yang meliputi Kepolisian, TNI, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Banjar,” katanya.
Dioperasikannya rumah karantina ini terang Diauddin ini disebabkan karena seringnya pusat karantina milik Provinsi yang berada di Gedung Bapelkes, Gedung BPSDMD Ambulung dan BPSDMD Panglima Batur penuh.

“Karena itu banyak pasien dari tempat kita harus menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Apalagi ada persyaratan ketat yang dibuat sehingga banyak pasien positif di tempat kita tak tertampung. Dengan adanya rumah karantina ini menampung pasien positif dari daerah kita sendiri,” terangnya.
Bahkan usai diresmikan hari ini, Diauddin menyebut rumah karantina ini langsung menerima pasien yang akan menjalani isolasi.
“Kita siapkan untuk sore nanti pasien yang akan di isolasi masing-masing berasal dari puskesmas Sungai Tabuk 1 orang dan puskesmas Simpang Empat 2 orang,” ujarnya.