TERAS7.COM – Dalam rangka mengurangi laju degradasi hutan dan lahan, salah satu program andalan yang dilaksanakan adalah gerakan revolusi hijau. Gerakan ini bertujuan untuk menggerakkan seluruh komponen rakyat di Kalimantan Selatan agar peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon.
Guna mendukung gerakan Revolusi Hijau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan membangun Miniatur Hutan Hujan Tropika di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal demikian disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor ketika memberikan sambutan pada kegiatan Serah Terima Tanaman Hutan Kota Miniatur Hutan Hujan Tropika di Komplek Perkantoran Pemprov. Kalsel, Selasa (30/7).
“Kami berkomitmen untuk memelihara kekayaan hutan tropis Kalimantan dan sekaligus memperbaiki kondisi paru-paru dunia yang mulai mengalami kerusakan,” kata orang nomor satu di Kalimantan Selatan ini.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya menyampaikan, hutan kota yang dibangun di wilayah perkotaan memiliki beragam fungsi, di antaranya adalah untuk mengurangi peningkatan suhu udara dan mengurangi pencemaran udara serta mencegah terjadinya banjir atau genangan.
“Selain itu, juga bertujuan untuk mengendalikan perubahan iklim dan yang terlebih penting lagi adalah sebagai wahana edukasi publik kepada masyarakat terutama anak-anak,” kata Siti Nurbaya.

Pada kesempatan itu pula, Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menyampaikan, terkait penyerahan tanaman hutan kota di lokasi hutan miniatur hujan tropis, kawasan perkantoran Provinsi Kalsel seluas 90 hektar, ia bersyukur letaknya berada di Kota Banjarbaru.
“Ini sangat bermanfaat untuk menyegarkan udara serta mengurangi polusi. Selain itu juga menciptakan udara yang sehat bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru,” Ucap Darmawan Jaya.
Provinsi Kalimantan Selatan maupun Kota Banjarbaru, kata Jaya lebih lanjut, sama-sama giat menggalakkan penanaman pohon, baik dari SKPD terkait maupun masyarakat.
“Bahkan kita ada kelompok yang setiap hari Sabtu, secara mandiri menanam pohon di seluruh Kota Banjarbaru yang namanya ST 12,” pungkasnya.