TERAS7.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan sepanjang 2026 melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan per 31 Oktober 2026, jumlah kasus secara keseluruhan naik hingga 92 persen.
Merujuk infografis komparasi BPBD, sepanjang 2025 Balangan hanya mencatat 13 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 27,65 hektare. Kejadian tersebut berlangsung singkat, dari Mei hingga Agustus. Tahun ini situasinya berbeda. Hingga akhir Oktober, tercatat 149 kejadian dengan total luas lahan yang tertangani mencapai 435,05 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, membenarkan adanya anomali lonjakan data tersebut. Menurutnya, lonjakan itu dipicu oleh dinamika musim kemarau panjang tahun ini.
“Merujuk pada rekapitulasi komparasi data terbaru hingga 31 Oktober 2026, kita berhadapan dengan kenaikan kejadian secara keseluruhan sebesar 92 persen jika disandingkan dengan total kejadian pada tahun 2025,” urai Rahmi, Senin (02/11/2026).
Rahmi menjelaskan bahwa rentang waktu penanganan karhutla tahun ini jauh lebih panjang dan menguras lebih banyak sumber daya operasional.
“Sepanjang tahun lalu kita hanya mencatat 13 kejadian karhutla dengan rentang waktu Mei sampai Agustus. Namun tahun ini, kondisi kemarau membuat intensitas api melonjak drastis hingga 149 kali kejadian yang masih terus kita tangani sampai akhir Oktober,” jelasnya.
Lonjakan grafik kejadian dan luas lahan terdampak ini, menurut BPBD, menjadi dasar untuk tidak mengendurkan kewaspadaan. BPBD juga akan mengoptimalkan penggunaan dana kedaruratan yang tersedia.
“Melonjaknya luasan lahan yang tertangani hingga 435 hektare lebih ini menuntut energi ekstra. Oleh karena itu, kesiagaan personel gabungan terus kita maksimalkan di lapangan dan tidak akan surut sebelum status siaga benar-benar berakhir,” pungkas Rahmi.