Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Komunitas Balogo Lestarikan Permainan Tradisional
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Komunitas Balogo Lestarikan Permainan Tradisional

Muhammad Fikri
Muhammad Fikri 5 November 2020, 18.04
Share
WhatsApp Image 2020 11 05 at 12.00.24
SHARE

TERAS7.COM – Balogo merupakan salah satu jenis permainan tradisional dari Kalimantan Selatan. Nama Balogo sendiri diambil dari kata logo, karena permainan itu menggunakan logo.

Permainan tradisional Suku Banjar ini biasanya dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa, baik secara beregu maupun perorangan, dengan jumlah pemain terdiri atas satu hingga tiga orang.

Masing-masing tim yang beranggotakan beberapa pemain harus dapat meruntuhkan logo pasang/target yang membentuk piramida mini dengan logo lain yang terbuat dari tempurung kelapa atau dalam bahasa lokal disebut ‘logo tanding.

Permainan ini juga menggunakan sebuah alat yang disebut panapak atau campa. Bentuknya seperti alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 centimeter (cm) dan lebar empat cm. Fungsi alat ini untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo yang dipasang saat bermain.

Cara memasang logo adalah dengan mendirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang dengan jarak 3-5m.

Baca juga :

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Inti dari permainan ini adalah keterampilan memainkan logo untuk merobohkan logo yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang dengan dihitung jumlah perolehan point.

 

WhatsApp Image 2020 11 05 at 11.58.35

Permainan Balogo dulunya sempat populer di antara tahun 70-90, namun sekarang sangat jarang di temui orang-orang yang, memainkan permainan ini.

Tetapi jika anda berkunjung ke Kabupaten Balangan, anda dapat menyaksikan permainan ini dimainkan, yang letaknya sangat strategis, yaitu di terminal Paringin.

Pertandingan Balogo tersebut dinahkodai oleh komunitas Balogo. Dikatakan oleh Ketua Komunitas Balogo Balangan, H. Yazid Fahri, bahwa mereka memiliki jadwal latihan rutin, yaitu setiap malam setelah sholat isya, serta pagi hari setiap hari minggu, dan terkadang juga sore.

WhatsApp Image 2020 11 05 at 11.58.18

Diungkapkan oleh H. Yazid Fahri selaku Komunitas Balogo Balangan, bahwa adanya mereka dengan olahraga satu ini adalah untuk terus melestarikan permainan Balogo, supaya tidak hilang tergerus oleh zaman.

“Tujuan utamanya kami ada disini adalah untuk pelestarian olahraga tradisional khas Banjar (menolak punah) sekaligus bernostalgia masa kejayaan Balogo di era 70-90an serta temu kangen remaja-remaja pada masa itu,” tuturnya kepada jurnalis teras7.com Kamis (05/11/20).

Lanjutnya, selain untuk menjaga permainan ini, kami juga ingin memperkenalkan olahraga khas Banjar kepada masyarakat luas khususnya di Balangan, dan umumnya pada dunia.

“Selain memiliki ciri khas dari logonya, permainan ini juga memiliki kekhasan lainnya yakini, pemain Balogo wajib menggunakan sarung dan kopiah,” cetusnya.

Di tempat terpisah, salah seorang pemain Balogo yang juga tergabung di komunitas Balogo Balangan yakni Aries Maldini, ia mengatakan bahwasanya kenapa dia suka permainan ini adalah, selain ingin melestarikan permainan tradisional, juga karena olahraganya yang murah dan tidak terlalu ribet.

WhatsApp Image 2020 11 05 at 12.00.24 1

“Di dalam permainan ini murah dan mengasah akurasi tanpa harus mengeluarkan biaya dan tenaga yg extra,” ungkapnya.

Permainan ini lanjutnya, juga ramah lingkungan karena bahan permainannya 100% alami dan bahannya juga mudah didapatkan disekitar lingkungan.

Karena hanya terbuat dari batok atau tempurung kelapa bekas serta bambu atau paring sebagai pemukul atau stick Balogo dan arena permainan hanya memerlukan lahan seluas 3x30m.

“Harapan dari bubuhan Balogo yakni, olahraga tradisional juga masuk dalam kurikulum pendidikan di semua sekolah maka dengan ini semua anak akan mengenal budayanya sendiri serta ikut melestarikannya dan makin banyak event olahraga tradisional lainnya bahkan kegiatan balogo menjadi salah satu destinasi wisata di Balangan oleh Pemerintah Daerah katanya.

Dengan begitu makin banyak pihak pemerintah dan swasta yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sehingga permainan balogo di masa akan datang bukan hanya sebuah dongeng belaka tetapi keberadaannya harus dilindungi oleh semua orang.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love3
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise1

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Peletakan Batu Pertama Tugu Sianipar Purbaraja: Simbol Persatuan dan Penghormatan kepada Leluhur

Meski Gerimis, Festival Pasar Terapung Lok Baintan Hari Kedua Tetap Semarak

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?