Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Magnet Riset Dunia, ULM Bangun Laboratorium Mangrove 600 Hektare di Kotabaru
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Magnet Riset Dunia, ULM Bangun Laboratorium Mangrove 600 Hektare di Kotabaru

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 7 April 2026, 10.30
Share
cd634644 551d 4d6a a941 4f369054ec9e 696x458 1
SHARE

TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus tancap gas dalam pengembangan riset lingkungan. Kali ini, kampus tertua di Kalimantan Selatan itu tengah menyiapkan Laboratorium Mangrove Tropis seluas 600 hektare di Kabupaten Kotabaru—yang disebut-sebut menjadi satu-satunya di Indonesia.

Melalui Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah (UPA LLB), proyek ini tidak hanya difokuskan sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai pusat riset lapangan bertaraf internasional. Nantinya, lokasi ini akan menjadi ruang kolaborasi bagi peneliti, akademisi, hingga mitra global dalam mengkaji ekosistem mangrove secara menyeluruh.

Kepala UPA LLB ULM, Maya Amalia, mengatakan kawasan laboratorium ini tersebar di enam desa di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar dan Pulau Laut Kepulauan. Dengan luasan mencapai ratusan hektare, kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan berbasis lingkungan.

“Berdasarkan penelitian awal pada 2025, terdapat sekitar 14 jenis mangrove dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Ini menjadi modal utama untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat riset kelas dunia,” ujar Maya.

Ia menegaskan, laboratorium ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dilakukan diharapkan bisa langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan.

Baca juga :

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

ULM juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi peneliti internasional yang tertarik mengkaji ekosistem mangrove tropis. Terlebih, karakteristik mangrove di Kotabaru dinilai unik dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Kerapatan mangrove di beberapa titik sangat baik, meski ada juga area yang perlu direhabilitasi. Lokasi tersebut nantinya akan menjadi fokus penanaman bersama mitra,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, kawasan ini juga akan mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Tiga kementerian, yakni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kemendiktisaintek dijadwalkan melakukan kunjungan antara Mei hingga Juli 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan observasi lapangan sekaligus menyusun langkah strategis pengembangan kawasan, baik dari sisi regulasi maupun teknis pengelolaan jangka panjang.

“Ini bukan seremoni peletakan batu pertama, melainkan koordinasi untuk memastikan arah pengembangan kawasan berjalan komprehensif dan berkelanjutan,” tambah Maya. Ke depan, Laboratorium Mangrove Tropis ULM diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan, dalam peta riset global. Lebih dari itu, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pelestarian hutan mangrove.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Teratas di Kalsel, ULM Posisi 38 Nasional RIS 2026

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?