Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Monitoring Dan Evaluasi Bantuan Pemerintah, Minapolitan Sungai Batang Dikunjungi KKP RI
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Monitoring Dan Evaluasi Bantuan Pemerintah, Minapolitan Sungai Batang Dikunjungi KKP RI

Rizki Saputera
Rizki Saputera 18 November 2020, 16.10
Share
WhatsApp Image 2020 11 18 at 15.28.36
SHARE

TERAS7.COM – Staf Ahli Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Darmadi Aries Wibowo didampingi jajaran KKP RI kunjungi kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat pada Rabu (18/11).

Kedatangan rombongan jajaran KKP RI untuk Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Bantuan Pemerintah dari Kementrian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Banjar ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar, HM. Riza Dauly beserta jajaran

Rombongan jajaran KKP ini pertama-tama mengunjungi Koperasi Indopat Borneo Sungai Batang yang memiliki mesin pembuat es serpih (Flake Ice Machine), bantuan dari KKP RI pada tahun 2019.

Kemudian dilanjutkan meninjau Unit Pengolahan Ikan (UPI) di kawasan yang sama dimana saat ini pengelolaannya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yakni PT. Fresh On Time Seafood (FOTS) yang mengolah hasil perikanan produksi lokal menjadi produk ekspor.

WhatsApp Image 2020 11 18 at 15.28.29

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Kader PKK Tapin Terima Rumah Layak Huni, Pengabdian di Masyarakat Berbuah Perhatian Pemerintah

Staf Ahli Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya KKP RI, Darmadi Aries Wibowo mengungkapkan pihaknya datang turun langsung untuk mengevaluasi bantuan yang disalurkan KKP RI sejak 2015 lalu.

“Sekarang Presiden juga meminta agar pemerintah melakukan dialog dengan masyarakat, pelaku usaha dan pemda setempat untuk menyerap aspirasi dan berpikir out of box untuk pemulihan ekonomi bidang kelautan dan perikanan pasca pandemi,” katanya.

Darmadi mengungkapkan saat ini kondisi perikanan secara nasional saat ini sedang berada dalam tekanan dan terpukul akibat pandemi Covid-19.

“Akan tetapi menurut penuturan Kadis Perikanan tadi, kondisi perikanan di Kabupaten Banjar tidak seburuk kondisi di nasional. Mudahan dengan monitoring ke berbagai daerah ini kita bisa mencocokkan kebijakan dan tata kelola perikanan serta sistem logistik nasional,” terangnya.

Darmadi sendiri mengungkapkan pihaknya senang bantuan yang diberikan KKP RI di Kabupaten Banjar dapat bermanfaat dan pihaknya siap memberikan bantuan lagi yang diperlukan untuk meningkatkan produksi perikanan di Kabupaten Banjar.

Staf Ahli KKP RI ini juga menantang Kabupaten Banjar agar jangan hanya jago kandang, alias hanya mampu mencukupi produksi perikanan di daerah saja, apalagi dengan adanya Unit Pengolahan Ikan (UPI).

“Tapi juga harus bisa memenuhi kebutuhan di Indonesia, bahkan berpeluang ekspor ke luar negeri. Salah satunya adalah mengisi kouta kebutuhan ikan bagi jamaah haji dan umroh dari Indonesia di Arab Saudi yang berjumlah puluhan juta, kira-kira sebanyak 1000 ton setahun. Hambatan untuk ekspor itu harus ditangani, sehingga produk perikanan Kabupaten Banjar bisa sesuai standar dan bisa masuk ke Arab Saudi,” beber Darmadi.

Sementara itu Kepala Diskan Kabupaten Banjar, HM. Riza Dauly mengungkapkan kunjungan jajaran KKP RI ini untuk memonitor perkenbangan perikanan di Kabupaten Banjar, khususnya di kawasan minapolitan.

“Tahun lalu kita mendapatkan bantuan mobil pendingin dan Flake Ice Machine untuk kebutuhan logistik perikanan di Kabupaten Banjar. Alhamdulillah mereka cukup bangga de gan apa yang bisa dicapai oleh Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Walaupun pandemi Covid-19 belum usai, saat ini Kabupaten Banjar mulai berupaya menghasilkan produk perikanan untuk keperluan ekspor ke luar negeri.

“Salah satunya adalah produksi rajungan di UPI ini yang akan dipasarkan ke Amerika. Saat ini produk tersebut tersebut belum tercatat sebagai produk Kabupaten Banjar, masih melewati proses di Jakarta,” ungkap Riza Dauly.

Kadiskan Banjar ini menyatakan pihaknya siap memenuhi tantangan dari KKP RI, yakni menjadikan produk perikanan Kabupaten Banjar agar bisa menembus pasar internasional.

“Jadi tantangan kita ke depan yaitu seluruh produk perikanan kita punya daya saing yang kuat. Selain dari UPI, staf ahli Menteri KKP RI tadi juga berharap agar Kabupaten Banjar bisa memenuhi ekspor perikanan untuk konsumsi jamaah umroh dan haji asal Kalsel sesuai standar yang ditetapkan. Untuk hal ini, sudah kita bicarakan dengan pihak terkait di KKP RI, khususnya ekspor perikanan patin, papuyu dan sebagainya,” terangnya.

WhatsApp Image 2020 11 18 at 15.28.39

Riza Dauly menambahkan agar bisa memenuhi hal tersebut, pihaknya mengusulkan agar KKP RI dapat menguatkan sistem rantai dingin produk perikanan yang merupakan aspirasi pelaku usaha perikanan budidaya di Kabupaten Banjar.

“Para pelaku usaha perikanan ditempat kita meminta bantuan berupa peralatan 5 unit Portable Cold Storage untuk menyimpan hasil pengolahan ikan yang dipanen. Juga 2 unig peralatan pabrik es balok yang dilapangan tidak bisa kita penuhi secara langsung. Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan produksi perikanan di Kabupaten Banjar,” katanya.

Dengan adanya bantuan ini, Riza Dauly berharap ongkos produksi perikanan dapat ditekan sehingga bisnis perikanan dapat lebih berkembang.

“Misalnya saja pabrik es serpih yang dikelola Koperasi Indopat ini membuat pembudidaya ikan tak perlu lagi mencari es untuk menyimpan ikan ke daerah lain. Sehingga dengan adanya bantuan ini minapolitan bisa tambah mantap, bahkan bisa menjadi Teknopark bidang Perikanan di Kabupaten Banjar,” harapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32
IMG 20260825 WA0002
3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak
29 Agustus 2026, 09.49

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Kader PKK Tapin Terima Rumah Layak Huni, Pengabdian di Masyarakat Berbuah Perhatian Pemerintah

Andi Rudi Latif Dorong Produk Unggulan Tanah Bumbu Berdaya Saing Global

Ketua I TP PKK Tapin Siapkan Langkah Lanjutan Usai Sosialisasi Bela Negara

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?