TERAS7.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat perannya dalam membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Hotel TreePark, Kertak Hanyar, Jumat (12/6/2026).
Dalam sambutan tertulis Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, yang dibacakannya, Nurgita mengatakan penguatan gerakan PKK merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Penguatan program PKK bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia. Di lingkungan keluargalah nilai-nilai Pancasila ditanamkan, pendidikan pertama diberikan, kesehatan dijaga, serta ketahanan pangan dibangun.
Menurutnya, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden melalui pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Nurgita juga mengingatkan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan PKK, termasuk meningkatkan kapasitas para kader agar mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga.
“Terpadu artinya setiap program saling mendukung dan menguatkan, sedangkan berkelanjutan berarti dilaksanakan secara konsisten, terencana, dan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup keluarga Indonesia,” jelasnya.
Peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur dan dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Banjar, TP PKK kecamatan dan desa, serta berbagai pemangku kepentingan.