TERAS7.COM – Keterbatasan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan primer menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha.
Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar kebutuhan obat di lapangan dapat terpenuhi sesuai kondisi masyarakat.
Temuan itu disampaikan Jihan saat melakukan monitoring ke Puskesmas Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (04/07/2026) pagi.
Jihan mengatakan, salah satu kendala yang ditemukan berkaitan dengan ketersediaan obat-obatan yang masuk dalam Formularium Nasional (Fornas).
Menurutnya, kebutuhan obat di lapangan terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan daftar yang tersedia dalam Fornas.
“kami akan berkonsultasi ke Kemenkes, mengenai jenis obat apa saja yang masih kurang ketersediaannya, mengingat regulasi ini dievaluasi secara berkala. Semoga hal tersebut bisa kita alokasikan nanti melalui DAK atau anggaran pusat,” tutur Politisi Gerindra itu.
Ia menilai, evaluasi terhadap kebutuhan obat perlu dilakukan secara berkala agar kebijakan penyediaan obat dapat menyesuaikan kebutuhan riil fasilitas kesehatan di daerah.
Untuk itu, Komisi IV DPRD Kalsel akan membawa aspirasi tersebut ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), guna mencari solusi atas keterbatasan ketersediaan obat yang ditemukan di lapangan.
Jihan berharap dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun anggaran pemerintah pusat nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan obat di fasilitas kesehatan primer.
Menurutnya, ketersediaan obat menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga kebutuhan di tingkat Puskesmas perlu mendapat perhatian.
Melalui tindak lanjut tersebut, persoalan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan primer diharapkan dapat ditangani secara lebih berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan di daerah.