TERAS7.COM – Meskipun sempat terlambat pelaksanaannya dari jadwal yang semestinya, tersebab diguyur hujan, pagelaran Tari Nusantara akhirnya dilaksanakan pada pukul 16:30 Wita.
Pagelaran tari ini diselenggarakan oleh Disporabudpar Kota Banjarbaru Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 20 Kota Banjarbaru yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Banjarbaru, Senin sore (22/4).

Beberapa sanggar/paguyuban/organisasi kesenian ikut berpartisipasi, di antaranya adalah Paguyuban Lembur Kuning, Sanggar Kemilau Intan, Sanggar Kriya Mandiri, SMPN 6 Banjarbaru, SMPN 1 Banjarbaru, Sanggar Idaman Banjarbaru, Reog Singo Budoyo, Spensa Banjarbaru, Hatta Widya, dan Laris Management.
Tidak berapa lama, setelah acara dilaksanakan, dari pantauan Teras7.com, para penonton berduyun-duyun datang, memilih duduk atau menyebar di sekitaran tenda yang disediakan panitia.
Adapun setiap sanggar/paguyuban/organisasi kesenian masing-masing diberikan kesempatan memperagakan tarian di atas panggung dengan berbagai macam gaya maupun ciri khasnya masing-masing.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, dan undangan lainnya.

Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan yang hadir mengatakan, kegiatan ini menunjukkan bahwa di Kota Banjarbaru ada keberagaman budaya dan benar apa yang dikatakan orang-orang bahwa Banjarbaru adalah Indonesia mini, sebab ada berbagai keberagaman dan juga persaudaraan
Keberagaman tersebut terlihat dari penampilan para penari yang membawakan beragam tari-tarian daerah, dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.
Ia menilai, keragaman budaya yang dibalut dengan rasa kebersamaan dan kesatuan ini akan menjadi kekuatan serta modal kuat untuk pembangunan di Kota Banjarbaru.
”Terutama untuk membentuk stabilitas kondisi sosial dan budaya yang ada di tempat kita ini,” pungkasnya.

Penari Lembur Kuring: Dewi, Gadis dan Umi. Foto: Salim
Terpisah, para penari dari Paguyuban/Sanggar Lembur Kuring yang membawakan tarian burung merak dari Jawa Barat, mengaku senang dengan adanya kesenian-kesenian daerah yang ditampilkan pada saat Hari Jadi Kota Banjarbaru seperti ini.
“Semoga tahun-tahun selanjutnya akan lebih banyak lagi kesenian daerah yang ditampilkan,” harap penari Lembur Kuring, Dewi, Gadis dan Umi ini.