TERAS7.COM – Dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banjar, Bupati Banjar Saidi Mansyur pada akhir Mei 2021 yang lalu meluncurkan program baru.
Program penanggulangan kemiskinan berbasis aplikasi ini bersama Sistem Informasi Bersama Pantau Penanggulangan Kemiskinan, Masyakarat Maju, Mandiri dan Agamis atau disingkat “SI BAPAK MANIS”.
Saidi Mansyur mengatakan Pemkab Banjar telah dan sedang melaksanakan beberapa program seperti diamanatkan pada Undang-Undang Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
“Telah diprogramkan secara menyeluruh oleh masing-masing SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Banjar secara garis besar tercantum dalam 4 bidang prioritas yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang infrastruktur, dan bidang pengembangan ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan tersebut terbagi dalam 3 kelompok yaitu program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan dan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan usaha mikro.
Saidi Mansyur menegaskan kebijakan penanggulangan kemiskinan merupakan sebagai gerakan bersama, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah saja tetapi juga memerlukan keterlibatan semua pihak selaku pemangku kepentingan dalam mendukung kerjasama ini.
“Saya ucapkan, terima kasih kepada mitra usaha, lembaga swadaya masyarakat, perbankan, dan Kementerian Agama Kabupaten Banjar, dan organisasi kemasyakataan seperti BAZNAS yang secara tidak langsung membantu Pemerintah dan bersinergi dengan baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Saidi Mansyur berharap efektifitas program-program penanggulangan kemiskinan meningkat sehingga tingkat kemiskinan dapat diturunkan sebagai amanat pembangunan nasional.
Dalam kesempatan terpisah pada Rabu (2/6/2021), Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani mengapresiasi program pengentasan kemiskinan yang akan segera dilaksanakan.

“Seperti kita tahu, baru-baru ini sudah diluncurkan aplikasi SI BAPAK MANIS yang menurut kita adalah suatu inovasi baru untuk memantar jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Namun untuk mengentaskan kemiskinan, hal tersebut lanjut Sarwani masih belum cukup, karena perlu sinergi beberapa kelembagaan terkait untuk melakukan pengentasan kemiskinan.
“Ada beberapa yang bisa dilakukan, misalnya menjaga harga hasil komoditas pertanian dan home industri yang menjadi sumber pendapatan penopang kesejahteraan masyarakat kita,” terangnya.
Sarwani memisalkan harga karet, yang sebelum hari raya Idul Fitri sekitar 3-5 ribu rupiah per kg, saat ini sudah naik 9-10 ribu rupiah per kg dan harus bisa dipertahankan oleh lembaga terkait.
“Misalnya pada sektor pertanian dan perkebunan kita, karena pasti akan berdampak dengan sektor lain seperti perdagangan dan UMKM dengan naiknya kesejahteraan rakyat dengan naiknya harga komoditi,” jelasnya.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan, akses pelayanan dasar bagi masyarakat juga harus dimaksimalkan penyediaannya.
“Misalnya seperti Mall Pelayanan Publik, harus ada di zona lainnya, sehingga akses pelayanan tak fokus di daerah perkotaan seperti Martapura dan sekitarnya saja. Tapi juga harus ada di zona utara meliputi Kecamatan Mataraman, Simpang Empat dan sekitarnya, kemudian ada di zona selatan meliputi Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar dan sekitarnya,” kata Sarwani.