TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melalui PLN UP3 Barabai membekali kelompok tani di Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, dengan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin penggilingan padi berbasis listrik.
Pelatihan yang dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk mendukung program Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik dalam kegiatan pertanian.
Kegiatan ini menyasar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur yang menaungi enam kelompok tani, yakni Poktan Usaha Karya, Sinar Harapan, Harapan Makmur, Pantai Jaya, Pintu Galang, dan Jaya Makmur di Desa Masingai I dan Desa Bilas, Kecamatan Upau.
Pembekalan diberikan sebagai persiapan sebelum penyaluran bantuan mesin penggilingan padi listrik. Dengan demikian, para petani diharapkan memiliki keterampilan dasar untuk mengoperasikan dan merawat peralatan tersebut dengan benar.
Asisten Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalselteng, Andika Dwi Saputra, mengatakan pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan petani memahami prosedur penggunaan mesin serta perawatan rutin agar peralatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Bantuan mesin perlu disertai pemahaman tentang cara penggunaan dan perawatannya. Kami ingin para petani siap memanfaatkan peralatan ini secara tepat, sehingga dapat menunjang kebutuhan pengolahan padi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Andika.
Ketua Gapoktan Harapan Makmur, Abdul Hadi, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, mesin penggilingan padi sangat dibutuhkan masyarakat setempat karena selama ini petani harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan penggilingan.
“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan mempelajari teknologi ini sebelum menerima bantuan mesin. Kami berharap nantinya warga lebih mudah menggiling padi tanpa harus pergi jauh. Kami juga siap mempelajari cara pengoperasian dan perawatannya agar mesin dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Abdul Hadi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa pemanfaatan listrik di sektor pertanian menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha masyarakat.
Melalui program Electrifying Agriculture, PLN mendorong penggunaan teknologi berbasis listrik yang sesuai dengan kebutuhan petani, termasuk dalam proses pengolahan hasil panen.
“Kami berharap bantuan mesin penggilingan padi listrik ini dapat mempermudah petani di Kecamatan Upau dalam mengolah hasil panen. Pemanfaatan listrik untuk kegiatan pertanian juga diharapkan membantu proses kerja menjadi lebih efisien dan membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi usaha tani masyarakat,” tutur Iwan.
Melalui program TJSL tersebut, PLN UID Kalselteng tidak hanya mendorong penyediaan sarana pendukung pertanian, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat peralatan.
Dengan kesiapan petani dan pemanfaatan mesin secara tepat, program ini diharapkan dapat mempermudah pengolahan hasil panen sekaligus mendukung aktivitas pertanian di Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong.