TERAS7.COM – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya percepatan pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan. Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah segera kembali optimal.
Gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem berkurang sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, mengatakan seluruh tim saat ini bekerja secara intensif bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat penyelesaian perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan.
“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan. Kami terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas,” ujarnya.
Menurut Iwan, dengan progres pekerjaan yang berjalan, kondisi sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ditargetkan mulai berangsur pulih pada minggu pertama Agustus 2026 seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap menjaga keandalan Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus memberikan ruang bagi proses perbaikan unit pembangkit.
PLN juga terus memantau perkembangan pekerjaan di setiap lokasi pembangkit dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Di tengah proses pemulihan, PLN mengajak pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 WITA. Masyarakat diimbau mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal,” kata Iwan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan memastikan seluruh personel di lapangan terus bekerja maksimal hingga seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi dan pasokan listrik di Kalimantan Selatan serta Kalimantan Tengah kembali normal.