TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melalui PLN UP3 Palangka Raya dan ULP Kasongan menangani dua tiang listrik yang rawan roboh akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Batu, Kasongan, Kabupaten Katingan, pada 14 Oktober 2026.
Penanganan dilakukan untuk mengamankan jaringan listrik dan mencegah potensi gangguan pada penyulang KSG02.
Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut berdampak pada kondisi fondasi dan area di sekitar kedua tiang. Petugas PLN ULP Kasongan segera melakukan pemeriksaan dan penanganan untuk memastikan keamanan jaringan serta mengurangi risiko terhadap masyarakat dan penyaluran listrik.
Manager PLN ULP Kasongan, Gustiyadi Fathur Rahmandi, mengatakan langkah penanganan dilakukan setelah petugas mengidentifikasi potensi bahaya di lapangan.
“Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penanganan ini. Petugas memeriksa kondisi tiang dan melakukan langkah perbaikan yang diperlukan agar potensi bahaya dapat dikendalikan dan risiko gangguan pada jaringan bisa diminimalkan,” ujar Gustiyadi.
Penanganan dilakukan oleh petugas pelayanan teknik (Yantek) dengan menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja serta prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Prosedur tersebut menjadi perhatian utama dalam pekerjaan di area yang terdampak karhutla.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan penanganan jaringan terdampak tidak hanya berfokus pada kondisi infrastruktur, tetapi juga pada keselamatan masyarakat dan petugas.
“Setiap potensi bahaya pada jaringan listrik harus ditangani dengan tepat dan mengutamakan keselamatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tiang miring, jaringan terdampak kebakaran, atau kondisi kelistrikan lain yang berpotensi membahayakan, agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas,” kata Iwan.
PLN mengimbau masyarakat agar tidak mendekati tiang atau jaringan listrik yang terdampak kebakaran maupun mencoba memperbaikinya secara mandiri.
Jika menemukan potensi bahaya kelistrikan, masyarakat dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.