TERAS7.COM – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) menggelar forum diskusi Resolusi Lingkungan Hidup bertajuk Minimalisasi Risiko Bencana Ekologis di Kalimantan Selatan.
Adapun forum diskusi ini bertempat di Hotel Batung Batulis Banjarbaru dan turut mengundang narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel, serta Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel.
Tujuan PPLH menggelar diskusi ini untuk membahas berbagai permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Sehingga nantinya diperoleh informasi dan solusi yang ditawarkan, baik oleh narasumber, maupun audien yang hadir, dimana pada umumnya adalah dari kelompok atau organisasi mahasiswa dan ormas yang peduli terhadap lingkungan hidup.
Koordinator Sementara PPLH, Muhammad Ramli Jauhari mengatakan, komunitas ini dibentuk sebagai wadah atau corong informasi kepada instansi terkait dalam hal permasalahan lingkungan hidup.

“Yang jelas kita ingin mengangkat isu-isu strategis tentang lingkungan ke forum diskusi baru setelah itu kita menyusun langkah-langkah aksi apa yang bisa kita ambil,” ujarnya. Kamis (24/02/2022).
Dalam kesempatan ini, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono turut menyampaikan solusinya agar bencana ekologis di Kalsel dapat teratasi dengan baik oleh pemerintah.

Menurutnya, penting sekali adanya kebijakan yang berpihak terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan dari pemerintah.
Sehingga bencana ekologis seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, ditambah pandemi bisa berkurang, khususnya yang ada di Bumi Lambung Mangkurat.
“Supaya tidak lagi jatuh tertimpa tangga lalu tertindih, yang jelas sebaiknya ada kebijakan yang pro terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan dari pemerintah,” terangnya.
Terakhir, Kisworo juga meminta kejelasan terkait anggaran untuk kepedulian lingkungan, karena itu salah satu bentuk nyata bahwa pemerintah berpihak terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan.