Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Produktivitas Karet di Tabalong Turun, Pemerintah Sebut Penyebabnya Karena Iklim dan Usia Pohon
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Produktivitas Karet di Tabalong Turun, Pemerintah Sebut Penyebabnya Karena Iklim dan Usia Pohon

Tim Redaksi
Tim Redaksi 25 September 2023, 17.09
Share
WhatsApp Image 2023 09 22 at 18.08.21
Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Disbunnak Tabalong, Zulverzi Akhmad sebut penyebab turunnya produktivitas karet karena iklim dan usia pohon, pada Senin (25/09/2023). (Foto: MC Tabalong)
SHARE

TERAS7.COM – Belakangan ini, produktivitas tanaman karet di Tabalong mengalami penurunan. Kondisi iklim yang tak menentu diduga menjadi faktor kuat penyebab hal tersebut.

Pasalnya, penyakit-penyakit tanaman karet bersumber dari jamur yang tumbuh subur di tengah kondisi lembap.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Tabalong, Zulverzi Akhmad, pada Senin (25/09/2023).

Ia mengatakan, penyakit tanaman karet seperti gugur daun karet dan jamur akar putih disebabkan oleh jamur yang tumbuh subur di tengah kondisi lembap.

Sedangkan penyakit kering alur sadap karet terjadi karena penyadapan berlebihan atau tidak seimbang antara lateks yang dieksploitasi dan yang terbentuk kembali.

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tabalong Buka Festival Olahraga Kormi se-Kalimantan, 564 Pegiat Balogo Ikut Partisipasi

Peringati HAN 2026, Pemkab Tabalong Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

“Tanaman karet memproduksi lateks dengan baik ketika musim kemarau, karena proses fotosintesis atau pengolahan makanan di daun bekerja secara maksimal. Namun, dalam satu tahun terakhir, terjadi kemarau basah, sehingga kondisi perkebunan karet menjadi lembap dan menyebabkan jamur-jamur tumbuh hingga menyerang daun,” ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini Disbunnak Tabalong fokus melakukan upaya pengendalian penyakit tersebut dengan memberikan pelatihan kepada 15 kelompok tani.

“Pengendalian dilakukan dengan cara menyemprotkan obat jamur fungisida dan fogging atau pengasapan fungisida untuk menjangkau daun-daun di ranting yang tinggi,” ucapnya.

Zulverzi menyatakan, upaya pengendalian penyakit tanaman karet mulai terlihat hasilnya, meski tidak secara drastis. Ia berharap jamur-jamur penyebab penyakit tanaman karet berkurang dengan upaya yang dilakukan ini, sehingga di musim hujan berikutnya tidak akan ada lagi jamur.

“Kalo secara drastis sih tidak, karenakan kondisi tanaman itu sedang sakit. Di posisi kita ini seharusnya masa penyembuhan, masa penyegaran kembali tanaman itu. Makanya kita sarankan pemupukan, cuma pemupukan itu mungkin tidak bisa dilakukan saat musim kemarau, artinya menunggu di awal-awal musim penghujan lah pemupukan itu bisa dilakukan.” ujar Zulverzi.

Disisi lain, menurutnya selain faktor iklim yang menyebabkan munculnya penyakit, turunnya produktivitas lateks juga disebabkan oleh usia pohon yang hampir semua tanaman karet di Tabalong terbilang tua, rata-rata berusia di atas 45 tahun.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan peremajaan sejak dini, mengingat pertumbuhan bibit karet memerlukan waktu 4 hingga 5 tahun untuk dapat disadap,” tandasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
IMG 20260808 121847 1
Ancaman Penggusuran Rumah Pengaruhi Psikologis Anak Nana, Emi Lasari Upayakan Pendampingan
8 Agustus 2026, 18.23
Compress 20260809 155651 1875 1024x576 1
Bukan Sekadar Temu Sapa, Supian HK Sebut Silaturahmi Menag RI Momentum Jaga Kerukunan di Kalsel
10 Agustus 2026, 10.29
IMG 20260814 152305
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Hadir sebagai Ikon Religi Baru Kalimantan Selatan
14 Agustus 2026, 15.26
IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tabalong Buka Festival Olahraga Kormi se-Kalimantan, 564 Pegiat Balogo Ikut Partisipasi

Peringati HAN 2026, Pemkab Tabalong Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Intensifkan Penguatan Kapasitas SDM Kesejahteraan Sosial, Dinsos Tabalong Hadirkan Inovasi Ikan Terasi

Kader PKK Tapin Terima Rumah Layak Huni, Pengabdian di Masyarakat Berbuah Perhatian Pemerintah

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?