TERAS7.COM – Tampaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) tidak akan sampai ke jilid 3. Meski penyebaran Covid-19 di kabupaten yang dibelah oleh Sungai Barito ini tampaknya masih berlanjut.
Hal itu dapat dilihat dari lonjakan jumlah ODP (Orang Dalam Pantauan) dan OTG (Orang Tanpa Gejala), yang telah mencapai masing-masing 103 dan 249.
Pasalnya, dalam rangka mempersiapkan berakhirnya PSBB jilid 2 yang hanya dalam hitungan hari lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola membentuk Kampung Tangguh. Terletak di Desa Kolam Kiri dan Desa Karya Tani Kecamatan Barambai, Kampung Tangguh itu diberi nama Kampung Mahelat Lebo Covid-19.
Boleh jadi terbentuknya Kampung Tangguh ini, menyiratkan jika Pemkab Batola tidak akan memperpanjang PSBB jilid 2 ini menjadi PSBB jilid 3.

“Yang lebih utama keberadaan Kampung Mahelat Lebo Covid-19 ini benar-benar sesuai harapan yaitu mampu berperan menekan penyebaran Covid-19,” tegas Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, pada acara pencanangan kampung yang digagas Polres Batola itu.
Orang nomor satu di Bumi Ije Jela ini berharap, keberadaan Kampung Mahelat Lebo Covid-19 ini benar-benar sesuai harapan, dan tidak sekadar di atas kertas.
“Saya menginginkan keberadaan kampung tangguh ini bisa berjalan efektif, serta semakin meningkatkan semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakatnya,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno SIK MH. “Dengan harapan, ketika berakhir PSBB, langkah-langkah pendisiplinan masyarakat sudah terbentuk sehingga penerapannya bisa terus berlanjut,” timpal Kapolres.

Ia juga mengungkapkan, dipilihnya Desa Kolam Kiri dan Desa Karya Tani sebagai Kampung Tangguh, karena kedua desa tersebut memenuhi kriteria yaitu ada yang terkonfirmasi positif dan ada pula yang bersih dari paparan Covid-19.
“Dalam pelaksanaan nantinya yang positif kita tekan supaya berakhir dan yang bersih virus kita pertahankan,” terangnya.
Kapolres berharap, dengan didirikannya Kampung Tangguh Mahelat Lebo Covid-19 ini partisipasi masyarakat semakin tinggi dan bisa bekerjasama dengan pemerintah sekaligus menjadi contoh bagi desa lainnya.
Keberadaan Kampung Tangguh di Desa Kolam Kiri dan Karya Tani ini dilengkapi berbagai sarana salah satunya didirikannya posko yang dilengkapi fasilitas komunikasi serta dalam pengelolaannya melibatkan berbagai unsur seperti aparat desa, para relawan, taruna, babinkamtibmas dan babinsa.

Sementara itu, pencanangan Kampung Tangguh ini pun berlangsung cukup semarak. Pemotongan pita dan peninjauan Posko Mahelat Lebo menandai peresmian Kampung Tangguh Mahelat Lebo Covid-19 ini.
Selain diawali apel yang dipimpin Bupati Hj Noormiliyani AS acara yang juga dihadiri Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, Sekda H Abdul Manaf, Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno SIK MH, Komandan Kodim 1005 Marabahan Letkol Kav Sugianto SE, serta yang mewakili anggota forkopimda lainnya, pimpinan SKPD, Camat dan para undangan.
Kesemarakan Pencanangan Kampung Tangguh di Batola ini sejak awal sudah terlihat. Begitu bupati dan rombongan tiba, mereka disambut oleh warga.
Undangan juga mendapat suguhan tarian kuda lumping serta peragaan simulasi pemasangan Alat Pelindung Diri (APD) serta peninjauan hasil-hasil pertanian desa setempat.